INSIBERNEWS - Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Islam. Pada bulan Muharram terdapat puasa sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan.
Melansir dari berbagai sumber, puasa pada bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama, seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya.
""Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa ia berkata: "Rasulullah saw bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam.'" (HR Muslim).
Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa puasa yang paling baik setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Ini menunjukkan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Ini Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Malam 1 Suro atau 1 Muharram
Berikut jadwal puasa sunnah di bulan Muharram.
Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Menukil dari pendapat para ulama, terdapat tiga jenis puasa sunnah bulan Muharram. Pertama, puasa yang paling diutamakan pada bulan Muharram adalah di hari kesepuluh diikuti sehari sebelum dan sesudahnya yakni tanggal 9 dan 11.
Kedua, puasa di hari kesembilan (Tasua) dan puasa di hari kesepuluh )Asyura). Ketiga puasa di hari kesepuluh saja (Asyura).
Selain itu, ada juga puasa sunnah lain yang dapat dilakukan di bulan Muharram, yaitu puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram.
Jika mengacu pada kalender Hijriyah Indonesia Tahun 2024 M / 1446 H yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama RI, maka 1 Muharram jatuh pada 7 Juli 2024. Adapun rincian jadwal puasa di bulan Muharram yang dapat dilaksanakan oleh umat Muslim adalah sebagai berikut:
- Puasa 1-8 Muharram: 7-14 Juli 2024
- Puasa Tasua (9 Muharram): 15 Juli 2024
- Puasa Asyura (10 Muharram): 16 Juli 2024
- Puasa 11 Muharram: 17 Juli 2024
- Puasa Ayyamul Bidh: 19-21 Juli 2024
Baca Juga: Kapan Tahun Baru Islam 2024 atau 1 Muharram 1446? Simak Jadwalnya
Niat Puasa Bulan Muharram
Niat puasa tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala.
Artinya, "Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."