Malah hujan hari ini lebih deras daripada kemarin. Baginda dan pengawalnya langsung basah kuyup karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang.
Ketika saat bersantap siang tiba, Abu Nawas tiba di tempat peristirahatan lebih dahulu dari Baginda dan pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja.
Selang beberapa saat Baginda dan para pengawalnya tiba dengan pakaian yang basah kuyup.
Baca Juga: Nasib Nahas, Pelaku Pencuri Mini Market di Depok Terjebak Kebakaran
MeIihat Abu Nawas dengan pakaian yang tetap kering Baginda jadi penasaran.
Beliau tidak sanggup lagi menahan keingintahuan yang selama ini disembunyikannya.
“Terus terang bagaimana caranya menghindari hujan, wahai Abu Nawas.” tanya Baginda.
“Mudah, Tuanku yang mulia.” kata Abu Nawas sambil tersenyum.
“Sedangkan aku dengan kuda yang cepat tidak sanggup mencapai tempat berteduh terdekat apalagi dengan kuda yang lamban ini, kata Baginda
“Hamba sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan”. Ujar Abu Nawas.
“Tetapi begitu hujan turun hamba secepat mungkin melepas pakaian hamba dan segera melipatnya, lalu mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti,” kata Abu Nawas menjelaskan.
Diam-diam Baginda Raja mengakui kecerdikan Abu Nawas.(**)