INSIBERNEWS-Makam Keramat Tajug secara administrasi berada di Jalan Raya Serpong no 34, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Di tempat inilah menjadi peristirahatan putra Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten. Tb Raden Wetan Muhammad Atif atau lebih dikenal Tb Atif, berjuang melawan penjajahan Belanda dan merangkul masyarakat hindu menjadi ummat muslim Tangerang.
Melihat kesewenang-wenangan Belanda itulah, akhirnya pada 1667 Sultan Ageng Tirtayasa mengutus putranya yang nomor enam TB Raden Wetan Muhammad Atif ke Cilenggang.
Untuk menghancurkan benteng Belanda di bagian selatan, dan mempertahankan wilayah Banten dari serangan kolonial Belanda ke Desa Cilenggang.
Di sana juga TB Muhammad Atif menikah dengan Siti Almiyah yang merupakan penduduk asli Cilenggang, dan dikarunia empat anak.
Baca Juga: Keramat Sumur Tujuh Uwung Girang Di Kelurahan Uwung Jaya Kota Tangerang, Bukan Keramat Sembarangan
Ketika pulang ke Banten dan mendapati perseturuan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji, TB Muhammad Atif memilih tidak memihak.
Kemudian Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkannya untuk kembali ke Cilenggang bersama adiknya Ratu Ayu dan menetap di Cilenggang.
Di Desa Cilenggang, TB Muhammad Atif aktif menyebarkan agama Islam. Kala itu kebanyakan penduduk desa masih beragama Hindu.
Beliau menggunakan metode "ngerauk" dalam menyebarkan ajaran Islam, di mana ia selalu mengunjungi banyak pesantren dengan berjalan kaki antara satu pesantren dengan yang lainnya.
TB Muhammad Atif menetap di Desa Cilenggang sampai akhir hayatnya dan dimakamkan di Keramat Tajug, Kelurahan Cilenggang, Serpong, Tangsel.
Wisata Religi di Tangsel
Kondisi jirat makam telah berubah dengan keramik yang di atasnya terlapisi dengan kain menutup makam.
Nisan sisi utara dan selatan berbentuk gada dengan dasar persegi, tinggi 30 cm dengan dimensi dasar 11 x 11 cm.
Dasar nisan tertanam, terdapat guratan-guratan vertical melancip ke atas.