INSIBERNEWS - Jakarta memiliki banyak budaya Betawi salah satunya adalah Tarian Betawi sebagai identitas kebudayaan yang harus kita jaga bersama dan lestarikan.
Tarian Betawi bercampur padu secara harmonis dari budaya melayu, tionghoa dan berbagai budaya lokal nusantara.
Baca Juga: 5 Tips Merawat Kain Tenun Agar Tetap Terjaga Keindahan dan Kualitasnya
Berikut beberapa jenis Tarian Betawi di antaranya:
1. Tari Topeng Betawi
Nama Tari Topeng dikarenakan penarinya memakai topeng sebagai tarian pengantar pementasan lakon topeng betawi. Tari ini berkembang pada tahun 1872 dimulai sebagai permainan populer dengan nama Klain Maskerspel. Tari Topeng Betawi khusus pada sebuah pagelaran dan memiliki pola gerak tertentu dengan variasi dan improvisasi penarinya.
2. Tari Zapin Betawi
Kata Zapin dalam tarian ini berasal dari bahasa Arab Zafana atau Zafanan yang berarti melangkah. Tari Zapin Betawi dipengaruhi oleh budaya arab timur tengah campuran tarian melayu. Tari ini biasanya dipertunjukan pada acara khitanan, pernikahan dan berbagai hajatan lainya.
Baca Juga: Keramat Sumur Tujuh Uwung Girang Di Kelurahan Uwung Jaya Kota Tangerang, Bukan Keramat Sembarangan
3. Tari Cokek
Tarian ini berkembang sejak abad ke-19 dipertunjukan untuk menyambut tamu dari Tionghoa yang diiringi dengan orkes gambang kromong. Para Penari disebut dengan "Wayang Cokek" dimulai untuk tarian pembukaan acara.
4. Tari Nandak Ganjen
Nandak Ganjen adalah sebuah tari kreasi Betawi yang dikembangkan pada tahun 2000, yang menceritakan kisah seorang gadis yang beranjak dewasa sehingga gerakan tarianya energik. Tarian ini biasanya dipadukan dengan nyanyian dan menyuguhkan keindahan gerakan tari serta suara yang memikat penonton.
5. Tari Lenggang None
Tari khas Betawi ini diperagakan oleh seorang wanita yang dalam tariannya mengandung unsur cinta, persahabatan, perjuangan dan juga konflik. Tarian ini diisi sedikit adegan silat diantara penari yang diiringi musik gambang kromong dengan tambahan alat peraga seperti payung dan kipas.