INSIBERNEWS - Olimpiade Paris 2024 menyisakan kontroversi di cabang olahraga breakdance setelah penampilan unik dari Raygun (36), Australia.
Pada pertandingan yang digelar pada Jumat (9/8) waktu setempat, Raygun mencoba memperkenalkan gerakan baru yang terinspirasi dari kanguru, hewan khas Australia.
Namun, usaha kreatifnya ini justru menuai kritik tajam dan hujatan dari netizen.
Baca Juga: Cara Mudah Daftar Lazada Affiliate untuk Mendapatkan Uang Tambahan
Dalam tiga penampilannya, ia memasukkan gerakan yang menyerupai lompat-lompat kanguru, yang menurutnya merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya dan identitas Australia.
Sayangnya, gerakan tersebut dinilai "aneh" oleh para juri dan dianggap tidak sesuai dengan standar kompetisi.
Penilaian ini terbukti dari keputusan juri yang memberikan nilai nol kepada Raygun dalam ketiga penampilannya.
Baca Juga: Alih Fungsi! Wisma Atlet Akan Disulap Jadi Perumahan ASN Sampai Komersial
Setelah pertandingan, media sosial pun dibanjiri oleh beragam reaksi dari netizen.
Beberapa pengguna Twitter menyebut gerakan Raygun sebagai "konyol" dan "memalukan", sementara yang lain membela sang atlet dengan menyatakan bahwa seni adalah tentang ekspresi diri dan inovasi.
"Setidaknya Raygun berani mencoba sesuatu yang baru, tidak seperti kebanyakan penari lain yang hanya mengulang-ulang gerakan yang sama," tulis seorang pengguna Instagram.
Baca Juga: Rizki Juniansyah Atlet Termuda Indonesia Raih Medali Emas, Pecahkan Rekor Olimpiade
Namun, hujatan lebih dominan di berbagai platform media sosial, dengan banyak netizen yang merasa bahwa Raygun telah merusak peluang Australia untuk meraih medali di cabang breakdance.
Meskipun mendapat kritik keras, Raygun tetap berdiri tegak dan menyatakan bahwa dirinya tidak menyesal telah mencoba sesuatu yang baru.