INSIBERNEWS - Presiden FIFA, Gianni Infantino, membuka peluang bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Wacana tersebut akan menjadi salah satu agenda yang dipertimbangkan FIFA setelah berakhirnya penyelenggaraan Piala Dunia saat ini.
Infantino menegaskan bahwa ajang sepak bola paling bergengsi di dunia seharusnya memberi kesempatan yang lebih luas kepada negara-negara dari berbagai belahan dunia, bukan hanya didominasi kekuatan tradisional dari Eropa dan Amerika Selatan.
Menurutnya, setiap negara memiliki hak untuk bermimpi tampil di panggung terbesar sepak bola internasional. Karena itu, FIFA menilai perlu adanya evaluasi terhadap kemungkinan penambahan jumlah peserta pada edisi mendatang.
Baca Juga: Gegana dan Densus 88 Turun Tangan Selidiki Dugaan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Jakarta Selatan
“Penting untuk memikirkan perkembangan sepak bola secara global, bukan hanya di kawasan tertentu. Banyak negara yang layak mendapatkan kesempatan untuk tampil di Piala Dunia,” ujar Infantino, seperti dikutip media Swiss, Bluewin.
Format 48 Tim Dinilai Sukses
Piala Dunia 2026 menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta. Format tersebut menghadirkan lebih banyak pertandingan serta peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk lolos ke putaran final.
Selain penambahan jumlah grup, FIFA juga menerapkan mekanisme baru menuju fase gugur, di mana tim yang finis sebagai peringkat ketiga terbaik di fase grup masih memiliki kesempatan melaju ke babak berikutnya.
Baca Juga: Mentan Respons Aspirasi Masyarakat Papua, Anggaran Pengembangan Pertanian Bakal Ditambah
Infantino menilai perubahan format tersebut telah memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola dunia. Ia bahkan menyebut kualitas persaingan semakin merata dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Menurut Infantino, keberhasilan sejumlah negara dari berbagai konfederasi menunjukkan bahwa perluasan peserta bukan sekadar menambah kuota, tetapi juga meningkatkan daya saing global.
Ia menyoroti fakta bahwa tim-tim dari hampir seluruh benua mampu mencetak gol dan meraih poin selama turnamen berlangsung. Bahkan, banyak negara yang sebelumnya tidak diperhitungkan mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim-tim unggulan.
Salah satu contoh yang disorot FIFA adalah performa negara-negara Afrika yang tampil impresif. Sebagian besar wakil Afrika berhasil melangkah ke fase gugur dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas permainan.
“Semua tim memperlihatkan level kompetisi yang tinggi. Keberhasilan berbagai negara dari sejumlah konfederasi membuktikan bahwa memberikan kesempatan lebih luas merupakan langkah yang tepat bagi perkembangan sepak bola dunia,” kata Infantino.