INSIBERNEWS - Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, kembali mendapat kesempatan tampil bersama Lille pada laga pekan terakhir Ligue 1 musim 2025-2026. Meski Lille harus menelan kekalahan dari AJ Auxerre, penampilan Verdonk tetap mencuri perhatian dan menjadi sorotan media Prancis.
Bertanding di Stade Pierre-Mauroy pada Senin (18/5/2026) dini hari WIB, Lille takluk dengan skor 0-2 dari Auxerre.
Dua gol kemenangan tim tamu dicetak Lassine Sinayoko pada menit ke-31 dan 89, sekaligus memastikan Auxerre membawa pulang tiga poin di penghujung musim.
Baca Juga: Usai Libur Panjang, Harga BBM di SPBU Belum Berubah per Mei 2026
Calvin Verdonk turun pada babak kedua setelah pelatih Bruno Genesio memasukkannya pada menit ke-46 untuk menggantikan Romain Perraud.
Bek berusia 29 tahun itu langsung mengisi sektor kiri pertahanan Lille dan berusaha memberi keseimbangan permainan.
Laga kontra Auxerre tersebut menjadi penampilan ke-18 Verdonk di Ligue 1 musim ini bersama Lille. Pada musim perdananya di klub Prancis tersebut, ia mencatatkan total 786 menit bermain di kompetisi domestik.
Baca Juga: Diduga Terdesak Utang, Sopir Ekspedisi Kabur Bawa Truk Operasional Milik Majikan
Tak hanya di Ligue 1, Verdonk juga cukup rutin mendapat menit bermain di ajang Liga Europa. Ia tercatat tampil dalam tujuh pertandingan dan menunjukkan kontribusi penting bagi lini belakang Lille.
Secara keseluruhan, pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu telah mengumpulkan 1.602 menit bermain di seluruh kompetisi sepanjang musim 2025-2026.
Catatan tersebut juga termasuk empat penampilannya bersama NEC Nijmegen sebelum hijrah ke Lille.
Baca Juga: WNA India Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya, Dugaan Sementara Bunuh Diri
Meski hanya tampil selama satu babak saat menghadapi Auxerre, performa Verdonk mendapat apresiasi dari media lokal Prancis, Le Petit Lillois. Mereka menilai sang bek tampil serius dan mampu memberikan dampak positif bagi permainan Lille, baik saat bertahan maupun membangun serangan.
"Masuk di babak kedua, dia serius dan fokus, mencoba membawa soliditas teknis di antara lini dan dalam agresivitas," tulis Le Petit Lillois dalam ulasannya.