olahraga

Real Madrid Ikut Berduka atas Wafatnya Pelatih Valencia Putri B dalam Tragedi Kapal di Indonesia

Minggu, 28 Desember 2025 | 14:45 WIB
Tragedi Kapal Wisata di Indonesia, Real Madrid Sampaikan Duka untuk Pelatih Valencia Putri B (Foto : instagram/realmadrid)

INSIBERNEWS - Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola internasional setelah pelatih Valencia CF Women B, Fernando Martín Carreras, meninggal dunia dalam kecelakaan perahu di perairan Indonesia.

Tragedi tersebut juga merenggut nyawa tiga anak Fernando dan terjadi saat mereka tengah berwisata di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Klub raksasa Spanyol, Real Madrid, turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa memilukan tersebut. Melalui pernyataan resmi yang dimuat di laman klub pada Minggu, Real Madrid menyatakan solidaritas dan simpati kepada keluarga korban serta seluruh keluarga besar Valencia CF.

Baca Juga: Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Ditargetkan Aktif Awal Januari 2026

“Real Madrid C.F., beserta presiden dan Dewan Direksinya, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fernando Martín, pelatih Valencia C.F. Women B, serta tiga orang anaknya, dalam kecelakaan perahu tragis yang terjadi di Indonesia,” demikian pernyataan resmi klub.

Selain itu, Real Madrid juga menyampaikan empati khusus kepada keluarga inti yang ditinggalkan. Istri mendiang, Andrea, serta salah satu putrinya, Mar, dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut dan kini dalam kondisi pemulihan.

“Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga dan orang-orang terdekatnya, serta kepada seluruh keluarga besar Valencia,” lanjut pernyataan Real Madrid.

Baca Juga: Jadi Wajah BA Investasi, Dude Harlino Terseret Kasus Gagal Bayar Rp1,3 Triliun

Fernando Martín Carreras meninggal dunia pada usia 44 tahun. Ia dikenal sebagai pelatih yang berdedikasi dalam pengembangan sepak bola putri dan memiliki reputasi baik di lingkungan sepak bola Spanyol, khususnya di Valencia CF.

Berdasarkan laporan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, kecelakaan terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025.

Perahu wisata yang ditumpangi korban tenggelam akibat hantaman gelombang tinggi di perairan sekitar Taman Nasional Komodo.

Baca Juga: APBD DKI 2026 Resmi Dipatok Rp81,32 Triliun, Pemprov Fokuskan Anggaran ke Masalah Warga

Sebelum insiden terjadi, rombongan wisatawan tersebut diketahui sempat mengunjungi Pulau Kalong. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Pulau Padar dengan rencana melakukan pendakian pada Sabtu pagi, namun musibah terjadi di tengah perjalanan.

Peristiwa ini mendapat perhatian luas dari komunitas sepak bola internasional. Sejumlah klub, federasi, dan tokoh olahraga turut menyampaikan duka cita, menandai besarnya kehilangan atas kepergian Fernando dan anak-anaknya.

Halaman:

Tags

Terkini