Sebagian publik menyoroti momen saat para pemain menghampiri suporter untuk memberi apresiasi, Kluivert justru memilih diam di area bangku cadangan.
Sikap itu menuai kritik tajam. Banyak yang menilai Kluivert tidak menaruh respek terhadap pendukung setia yang datang jauh-jauh ke Arab Saudi.
Di sisi lain, Jay Idzes mendapat pujian karena menunjukkan teladan dengan menyapa suporter meski dalam kekalahan.
Adapun tagar #KluivertOut sempat menjadi trending di media sosial X. Kekecewaan suporter bukan hanya karena hasil buruk, tetapi juga karena dianggap hilangnya karakter permainan yang sempat dibangun Shin Tae-yong.
Di sisi lain, publik menilai Kluivert belum menemukan pola permainan yang cocok bagi skuad Merah Putih.
Menanggapi tekanan itu, Kluivert akhirnya angkat bicara lewat akun Instagram pribadinya, @patrickkluivert9, pada Minggu, 12 Oktober 2025.
Kluivert mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan Timnas Indonesia dan menyebut kekalahan dari Arab Saudi dan Irak sebagai pelajaran pahit.
Baca Juga: DKI Jakarta Gunakan PON Bela Diri 2025 Sebagai Ajang Pemanasan Menuju PON 2028
“Untuk Indonesia, saya merasakan sakit hati dan kekecewaan yang sama seperti Anda. Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh,” tulis Kluivert.
Juru taktik asal Belanda itu juga menegaskan, timnya telah bekerja keras dengan sepenuh hati dan berkomitmen membangun fondasi baru bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Di tengah ramainya tekanan publik, mencuat sejumlah nama telah muncul sebagai calon pengganti, jika Kluivert benar-benar diganti PSSI.
Di antaranya Jean-Paul van Gastel, Jesus Casas, dan Shin Tae-yong. Ketiganya dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman internasional untuk mengangkat kembali semangat Garuda.***