INSIBERNEWS - Pemain sepak bola Mauro Zijlstra kini resmi berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengikuti prosesi sumpah dan janji setia kewarganegaraan. Status ini membuka jalan bagi Zijlstra untuk memperkuat timnas Indonesia di lanjutan kualifikasi Piala Dunia.
Zijlstra disumpah bersama tiga pesepakbola wanita, yakni Pauline Jeanette van de Pol, Isabel Corian Kopp, dan Isabelle Nottet. Prosesi berlangsung di Den Haag, Belanda, pada 29 Agustus 2025, sebagai bagian dari program naturalisasi atlet untuk kebutuhan tim sepak bola Indonesia.
Baca Juga: PLN Genjot Energi Panas Bumi di Bengkulu, Targetkan Tambah Kapasitas Listrik 220 MW
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Atgas, memimpin pengambilan sumpah dan janji kewarganegaraan tersebut. Ia didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum, Nico Afinta, serta Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Mayerfas.
Dengan resmi menjadi WNI, Zijlstra kini berhak mengenakan jersey timnas Indonesia di kompetisi resmi internasional, termasuk laga kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Langkah ini diharapkan memperkuat lini serang timnas yang tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi lawan-lawan berat.
Baca Juga: Kementerian Transmigrasi Percepat Penyelesaian Sertifikasi Lahan untuk Hindari Konflik
Zijlstra yang berposisi sebagai penyerang ini dikenal dengan kemampuan finishing yang tajam dan pengalaman bermain di liga-liga Eropa, khususnya bersama klub Belanda, FC Volendam. Kehadirannya di timnas diproyeksikan menambah opsi serangan yang lebih variatif dan agresif.
Selain Zijlstra, proses naturalisasi bagi tiga atlet wanita tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat timnas putri Indonesia. Mereka akan membantu timnas menghadapi berbagai turnamen internasional, sekaligus meningkatkan kualitas sepak bola wanita di Tanah Air.
Baca Juga: Gaji Tetap vs Upah Per-Jam: Pilih Sistem yang Tepat untuk Stabilitas Finansial dan Gaya Hidup
Program naturalisasi atlet ini sejalan dengan strategi PSSI dan pemerintah untuk memaksimalkan potensi pemain berbakat dari luar negeri yang memiliki ikatan dengan Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat daya saing timnas di level internasional, baik putra maupun putri.
Pengambilan sumpah di Belanda menandai babak baru perjalanan karier Zijlstra dan ketiga atlet wanita itu. Dengan status WNI, mereka tidak hanya menjadi bagian timnas, tetapi juga diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk menekuni sepak bola dan olahraga profesional secara lebih serius.