Sering Salah Oper! Ini Sederet Problem yang Wajib Dibenahi Shin Tae Yong Usai Ditahan Imbang Laos di Piala AFF 2024

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 13 Desember 2024 | 12:55 WIB
Potret Pertandingan Timnas Indonesia vs Laos di Piala AFF 2024, pada Kamis, 12 Desember 2024.  (Instagram.com/@timnas.indonesia)
Potret Pertandingan Timnas Indonesia vs Laos di Piala AFF 2024, pada Kamis, 12 Desember 2024. (Instagram.com/@timnas.indonesia)

INSIBERNEWS - Timnas Indonesia tertahan imbang Laos dalam laga lanjutan Piala AFF 2024 di Stadion Manahan Solo pada Kamis, 12 Desember 2024 kemarin.

Shin Tae-yong (STY) selaku Pelatih skuad Garuda menyoroti masalah yang dialami anak didiknya itu. Terjadi hujan gol dalam laga dalam laga kontra Laos yang membuat pertandingan tersebut berakhir dengan skor sama kuat, 3-3.

STY mengaku menyesal dengan hasil tersebut, karena skuad Garuda tidak dapat memanfaatkan momentum bermain di kandang sendiri untuk meraih poin kemenangan di fase Grup B Piala AFF 2024.

Baca Juga: Korupsi Tiada Ampun! Hebatnya KPK Bongkar 597 Kasus Korupsi & Pulihkan Aset Rp 2,4 Triliun dalam 5 Tahun!

"Indonesia maupun tim Laos bekerja maksimal semuanya," ujar STY dalam konferensi pers usai laga Indonesia vs Laos di Stadion Manahan Solo, pada Kamis, 12 Desember 2024.

STY juga mengungkap sejumlah problem yang dialami skuad Timnas Indonesia dalam laga kontra negara Seribu Gajah (julukan Timnas Laos). Berikut ini di antaranya:

1. Salah Oper
STY menyebut faktor pass miss (salah mengoper bola) menjadi problem yang wajib dibenahi para punggawa Garuda.

Bagi yang belum tahu, pelatih asal Korea Selatan itu membawa skuad yang didominasi oleh para pemain muda di bawah usia 22 tahun (U-22) dalam gelaran AFF 2024.

Baca Juga: Resmikan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Prabowo: Perbedaan Tak Boleh Jadi Pemisah

Dalam laga melawan Laos, masalah salah oper itu menjadi sorotan tersendiri bagi STY.

"Pass miss (salah oper) itu yang menyebabkan (Indonesia) kemasukan banyak gol," sebut STY dalam kesempatan yang sama.

2. Transisi Permainan
Dalam kesempatan yang sama, STY juga mengeluhkan terkait strategi transisi permainan dari menyerang ke bertahan yang dilakukan skuad Garuda tidak berjalan optimal.

Problem itu juga akibat masalah operan antar pemain yang menyebabkan Timnas Indonesia berkali-kali harus kecolongan dari strategi serangan balik Laos.

Baca Juga: Lagi Ramai! Mari Kenalan Lebih Jauh dengan Kacang Pistachio yang Menjadi Trend Makanan 2024!

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Konferensi Pers

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X