Jika setiap negara berkontribusi pada satu ekosistem olahraga yang sama, maka daya tawar ASEAN di kancah global pun akan semakin meningkat secara signifikan.
Baca Juga: West Ham vs Manchester United Imbang, Gol Dramatis Sesko Selamatkan Setan Merah di Injury Time
Selain aspek kompetisi, Erick menekankan pentingnya aspek humanis dalam olahraga, di mana nilai-nilai sportivitas dapat menjadi bahasa pemersatu bagi masyarakat yang beragam.
Melalui ajang yang digelar bersama, ikatan persaudaraan antarwarga negara ASEAN diharapkan tumbuh lebih kuat. Olahraga menjadi media yang paling cair untuk mencairkan sekat-sekat geopolitik yang terkadang kaku.
Pertemuan di Bali ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan-kebijakan strategis yang mampu mengubah wajah olahraga di Asia Tenggara.
Dengan kepemimpinan Indonesia yang aktif, harapan agar ASEAN menjadi pusat industri olahraga dunia kini bukan lagi sekadar angan. Kerja keras dan sinergi dari seluruh anggota kini dinantikan untuk mewujudkan visi "ASEAN Sport Power" yang mandiri dan berdaya saing global.***
Artikel Terkait
Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Dapat Rp1 Miliar!
Elkan Baggott Siap Tampil di FIFA Series 2026, Beberkan Perubahan Timnas di Era John Herdman
Beckham Putra Diragukan Jelang FIFA Series 2026, Bojan Hodak Tegaskan Kualitas Sang Gelandang
Indonesia Cetak Sejarah di Asian Beach Games 2026, Duo Atlet Panjat Tebing Bali Sabet Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Sprint Race MotoGP Spanyol Memanas, Aprilia Kritik Aturan Usai Marquez Menang