INSIBERNEWS - Pelatih timnas U-20 sekaligus asisten pelatih timnas U-23 Indonesia, Frank van Kempen, memberikan pandangan kritis soal regulasi pemain asing di Liga Indonesia.
Menurutnya, pembatasan jumlah pemain asing yang bermain dalam satu pertandingan perlu dipertimbangkan ulang, demi memberi ruang lebih bagi talenta muda lokal untuk berkembang.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia TC ke China, 19 Pemain Dipanggil Jelang Turnamen Internasional
“Secara pribadi, saya lebih suka jika jumlah pemain asing dikurangi,” ujar Van Kempen dalam wawancara bersama media Belanda, Voetbalzone.
Ia menilai bahwa kompetisi domestik harus bisa menjadi fondasi utama dalam mencetak pemain-pemain lokal berkualitas. Jika mayoritas slot diisi oleh pemain asing, maka waktu bermain untuk pemain muda Indonesia akan semakin sempit.
Padahal, menurut Van Kempen, pembinaan berjenjang sangat penting jika Indonesia ingin bersaing di level internasional secara konsisten.
Baca Juga: Kehadiran Koperasi Desa Diklaim Prabowo Bisa Bangun Gudang, Apotek, dan Gerai di Seluruh Indonesia
“Kami sedang menyusun visi jangka panjang agar semua tim nasional kelompok usia dibentuk dan dididik dengan sistem yang sama. Ini tidak akan berjalan baik kalau pemain-pemain mudanya tidak dapat panggung di kompetisi lokal,” lanjutnya.
Pernyataan Van Kempen muncul di tengah diskusi panas soal kebijakan baru dari I League (dulu PT LIB) selaku operator liga. Dalam aturan terbarunya, klub Liga 1 musim 2025/2026 diizinkan memainkan hingga delapan pemain asing sekaligus dalam satu laga. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari musim sebelumnya yang memperbolehkan enam pemain asing bermain bersamaan.
Baca Juga: Tiket Konser Super Junior di Jakarta Dijual Mulai Rp1,9 Juta, Ini Detail Kategorinya!
Keputusan tersebut memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola nasional. Sebagian menilai langkah itu bisa meningkatkan kualitas kompetisi, namun tak sedikit pula yang khawatir pemain lokal akan makin terpinggirkan.
Apalagi, banyak pemain muda Indonesia justru kesulitan mendapat menit bermain karena klub lebih mengandalkan tenaga asing.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Usut Pengoplos Beras, Kejagung Siap Tindak Tegas
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir ikut buka suara. Ia menyatakan bakal menyurati pihak I League agar mengevaluasi ulang aturan tersebut. Menurut Erick, tujuh pemain asing yang boleh dimainkan bersamaan adalah opsi yang lebih seimbang.
Artikel Terkait
Verrel Bramasta Diangkat Jadi Duta Maritim, Ia Ungkap Dirinya Berasal Dari Keluarga Tidak Utuh
DJ Panda Usai Disebut Netizen Sebagai Sosok Ayah Anak Yang Dikandung Erika Carlina, Kini Eventnya Banyak Dicancel
Dengan Pemberdayaan dan Layanan AgenBRILink, BRI Dorong Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih
Berkat Surat Raja Charles, Prabowo Hibahkan 90.000 Hektare Lahan untuk Rumah Gajah di Aceh
Tuntut Potongan Komisi Ojol Jadi 10 Persen, Garda Indonesia Turun ke Jalan Hari Ini
Prabowo Sindir Pendemo Bayaran, Sebut Indonesia Negara Cerah, Bukan Gelap!
Prabowo Perintahkan Usut Pengoplos Beras, Kejagung Siap Tindak Tegas
Tiket Konser Super Junior di Jakarta Dijual Mulai Rp1,9 Juta, Ini Detail Kategorinya!
Kehadiran Koperasi Desa Diklaim Prabowo Bisa Bangun Gudang, Apotek, dan Gerai di Seluruh Indonesia
Timnas Futsal Indonesia TC ke China, 19 Pemain Dipanggil Jelang Turnamen Internasional