Erick Thohir Ogah Jadi Ketum PSSI Seumur Hidup: Organisasi Butuh Penyegaran

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 30 April 2025 | 07:10 WIB
Erick Thohir - Ketua Umum PSSI (Foto : Instagram)
Erick Thohir - Ketua Umum PSSI (Foto : Instagram)

INSIBERNEWS - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya menolak ide menjabat sebagai pimpinan federasi sepak bola Indonesia seumur hidup.

Dalam pandangannya, sebuah organisasi yang sehat justru membutuhkan regenerasi kepemimpinan agar tidak stagnan dan selalu bisa menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.

Hal ini ia sampaikan usai muncul wacana perubahan masa jabatan ketua umum yang dibahas menjelang Kongres PSSI pada 4 Juni mendatang.

Baca Juga: Suporter Tamu Dilarang di Liga 1 Musim Depan, Erick Thohir: Jangan Semua Lempar ke PSSI

"Kalau saya, di alam demokrasi ini, percaya betul bahwa perlu ada pembatasan jabatan. Jangan sampai organisasi ini dipimpin orang yang itu-itu saja terus. Bukan berarti nggak bagus, tapi ya harus ada penyegaran," ujar Erick kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/4).

Ia merespons pernyataan Sekjen PSSI Yunus Nusi yang membuka ruang diskusi tentang masa jabatan Ketum dalam forum kongres nanti.

Baca Juga: Gilbert Agius Dipecat PSIS Semarang Usai 16 Laga Tanpa Kemenangan, Muhammad Ridwan Ambil Alih

Saat ini, statuta PSSI 2019 yang berlaku menyebutkan bahwa jabatan Ketua Umum maksimal hanya bisa diemban selama tiga periode. Erick menilai, aturan ini sudah cukup ideal dan sejalan dengan semangat demokrasi serta prinsip tata kelola organisasi yang profesional.

Meski begitu, ia tak menutup mata bahwa di beberapa negara lain ada model yang berbeda, bahkan tanpa batasan periode.

Baca Juga: Liverpool Samai Rekor MU, Raih 20 Gelar Liga Inggris Usai Bungkam Tottenham

Ia mencontohkan, di Korea Selatan misalnya, pemilihan pengurus federasi dilakukan dengan cara yang berbeda, di mana ketua memilih anggota eksekutif.

"Itu bukan berarti salah. Setiap negara punya sistem masing-masing. Tapi saya tetap pegang prinsip bahwa demokrasi harus dijaga," tegasnya.

Baca Juga: Real Madrid Tegaskan Tidak Akan Mundur dari Final Piala Raja Meski Protes terhadap Wasit

Menurut Erick, menjaga sirkulasi kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan juga cara merawat semangat kolektif dalam membangun sepak bola nasional.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X