INSIBERNEWS - PSIS Semarang resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Gilbert Agius setelah performa tim terus merosot di penghujung kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, pada Selasa (29/4). Dalam pernyataannya, Agung menyebutkan bahwa keputusan ini diambil demi menyelamatkan posisi tim yang tengah berada di zona degradasi.
Baca Juga: Bukan untuk Dihukum, Barak TNI-Polri Bakal Jadi Sekolah Disiplin untuk Siswa Nakal di Jabar
"Keputusan ini bukan hal yang mudah, mengingat kontribusi Coach Gilbert selama lebih dari dua tahun. Tapi, realita di lapangan tidak bisa diabaikan. Hasil yang kami peroleh tidak mencerminkan target klub," kata Agung kepada awak media.
PSIS memang tengah dalam masa sulit setelah mencatatkan rekor buruk, yakni tanpa kemenangan dalam 16 laga terakhir.
Baca Juga: Bongkar Suap Hakim Kasus CPO, Kejagung Gelar Rekonstruksi Perkara Korupsi dan Obstruction of Justice
Pelatih asal Malta itu sebelumnya direkrut PSIS pada awal 2022 dan sempat membawa harapan baru dengan filosofi bermain menyerang. Namun, musim ini menjadi mimpi buruk bagi tim Mahesa Jenar yang kini terjerumus di papan bawah.
Saat ini PSIS berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 25 poin, bersanding dengan PSS Sleman dan Semen Padang FC di zona merah.
Baca Juga: Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik
Manajemen klub langsung menunjuk Muhammad Ridwan, salah satu pelatih lokal berlisensi AFC, untuk mengisi posisi pelatih kepala secara sementara.
Ridwan akan memimpin Septian David Maulana dan kolega dalam pertandingan-pertandingan sisa yang akan sangat menentukan nasib PSIS di Liga 1 musim ini.
Baca Juga: Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai
"Coach Ridwan sudah paham karakter tim, dan kami percaya dia bisa membangkitkan semangat juang para pemain," tambah Agung.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Agius selama lebih dari dua musim menukangi PSIS, termasuk dalam masa-masa sulit pandemi dan transisi pemain.
Artikel Terkait
Masuk Dalam Naungan Danantara, Kawasan GBK Direncanakan Jadi Aset yang Produktif dan Bisa Menghasilkan
Menjadi PR yang Sangat Besar, Rosan Roeslani Ungkap Danantara Siap Kelola GBK
Usai Kasusnya Viral, Kelulusan Tersangka Perundungan dr Aulia Ditangguhkan, Menkes Budi: Itulah Indonesia
Perempuan Terjerat Pinjol, Puan Maharani Desak Negara Hadir Lindungi Kepala Keluarga
Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai
Prabowo Ingin Warga Kota Punya Rumah Murah, Tanah Negara Siap Disulap Jadi Hunian
Penyebab dan Cara Menghilangkan Lidah Putih Pada Newborn Akibat Susu
Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik
Bongkar Suap Hakim Kasus CPO, Kejagung Gelar Rekonstruksi Perkara Korupsi dan Obstruction of Justice
Bukan untuk Dihukum, Barak TNI-Polri Bakal Jadi Sekolah Disiplin untuk Siswa Nakal di Jabar