INSIBERNEWS - Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Dedek Prayudi, menjelaskan bahwa ada cara agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa mematikan usaha kantin sekolah.
Ia menyebutkan beberapa strategi yang bisa diterapkan agar pedagang kantin tetap mendapatkan keuntungan meskipun ada kebijakan makan gratis di sekolah.
Baca Juga: DPD RI Beri Saran Soal MBG: Pakai Uang Koruptor untuk Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu caranya adalah dengan mengatur ulang jadwal istirahat siswa. Dedek menyarankan agar siswa tetap diberi waktu untuk mengunjungi kantin setelah menyelesaikan makan bergizi gratis.
“Jadi setelah mereka makan makanan sehat yang disediakan, masih ada kesempatan untuk jajan di kantin,” jelasnya. Dengan demikian, kantin tetap bisa beroperasi seperti biasa.
Baca Juga: Kabar Gembira! Warga Palestina Bisa Kembali Pulang ke Rumah Karena Gencatan Senjata
Selain itu, Dedek mengusulkan agar pedagang kantin lebih kreatif dalam menyesuaikan produk yang mereka jual. Ia menyarankan para pedagang untuk menawarkan makanan atau minuman yang berbeda dari menu MBG, atau bahkan menjual barang-barang yang menarik bagi siswa.
“Kantin bisa menjual minuman segar, camilan ringan, atau produk non-makanan. Ini sudah terbukti berhasil di beberapa uji coba sebelumnya,” tambah Dedek.
Baca Juga: Berencana Legalkan Judi dan Kasino, Seberapa Besar Dampaknya pada Ekonomi Thailand
Dedek juga menekankan bahwa program MBG adalah bagian dari upaya besar untuk menciptakan generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas. Ia mengakui bahwa program ini mungkin memerlukan adaptasi dari berbagai pihak, termasuk pedagang kantin, sekolah, hingga orang tua siswa.
“Intinya, semua pihak perlu menyesuaikan diri. Program ini untuk kebaikan bersama, tapi kantin juga tetap punya peran penting,” ujarnya.
Baca Juga: Jepang Alami Over Tourism Akibat Mata Uang Yen Lemah, Simak Rekomendasi Spot yang Sepi
Lebih lanjut, Dedek mengungkapkan bahwa program MBG memiliki dampak positif pada perekonomian lokal. Dengan adanya Satuan Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah, kebutuhan makanan untuk program ini banyak dipasok oleh pelaku UMKM setempat.
“Jadi, ekonomi rakyat yang diuntungkan, bukan perusahaan besar atau korporasi,” tutup Dedek.