news

NAACP Kecam Pesan Teks Rasis Pasca Pilpres AS, FBI Lakukan Penyelidikan

Senin, 11 November 2024 | 12:19 WIB
Donald Trump (Photo : www.history.com)

INSIBERNEWS - National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) mengutuk peredaran pesan teks anonim bernada rasis yang diterima oleh sejumlah warga kulit hitam di Amerika Serikat.

Pesan tersebut, yang mengandung sentimen kebencian dan referensi terhadap perbudakan, tersebar di tengah ketegangan politik pasca Pemilihan Presiden AS 2024.

Baca Juga: Prabowo dan Xi Jinping Sepakati 7 MoU, Tandatangani Investasi Rp 10 Triliun Presiden Amankan 7 Kesepakatan Besar dan Investasi Triliunan!

Organisasi hak-hak sipil itu menyatakan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa diterima dan mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan hal tersebut dianggap normal atau biasa.

NAACP, yang didirikan pada tahun 1909 sebagai organisasi lintas-ras untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan, telah lama berperan sebagai pelindung hak-hak sipil bagi semua orang di Amerika Serikat, terutama untuk mengakhiri diskriminasi rasial.

Baca Juga: Inilah Kisi-kisi SKB Formasi Juru Pelihara Cagar Budaya, Pelamar CPNS 2024 Wajib Tahu!

Presiden NAACP Derrick Johnson menyampaikan dalam pernyataannya bahwa upaya mengedarkan pesan-pesan berbau rasis ini tidak hanya melukai warga kulit hitam tetapi juga menodai nilai-nilai demokrasi Amerika.

“Tindakan-tindakan ini tidak dapat dibiarkan menjadi normal. Kami menolak segala upaya untuk menormalkan tindakan seperti ini,” tegas Johnson.

Baca Juga: Jelang Pilkada Purwakarta, Paslon Zeinjo Banjir Dukungan Gempita

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa Biro Penyidik Federal (FBI) kini telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kehakiman AS dan sejumlah otoritas federal untuk melakukan investigasi lebih lanjut atas kasus ini.

Para pejabat penegak hukum kini tengah memantau situasi dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan warga.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Zhao Leji di Beijing, Teken Kerjasama yang Bawa Dampak Besar! Agenda Kunjungan Kenegaraan dengan Xi Jinping Jadi Sorotan

Meningkatnya kekhawatiran di kalangan warga kulit hitam terhadap kemunduran hak-hak sipil tampaknya semakin diperkuat oleh retorika Presiden terpilih Donald Trump.

Trump telah berulang kali menyatakan akan meninjau ulang program-program keberagaman dan inklusi federal yang dianggapnya tidak relevan dengan kebijakan pemerintahannya.

Halaman:

Tags

Terkini