INSIBERNEWS - Jagat dunia maya kembali digegerkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan praktik penyiksaan dan perbudakan modern di atas kapal penangkap ikan.
Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @belitang_info pada Sabtu (3/10/2026) tersebut membongkar nasib tragis empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 yang dieksploitasi habis-habisan saat beroperasi di perairan Laut Arafuru.
Keempat pekerja malang yang menjadi bulan-bulanan di tengah laut itu diketahui bernama Ilhas Syalahudin, Oktavian Magreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono.
Mereka awalnya masuk ke dalam perangkap lewat seorang calo di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, pada penghujung Juli 2026 dengan iming-iming uang muka Rp5 juta dan janji manis sistem bagi hasil menembus angka Rp10 juta.
Baca Juga: TRAGIS! Satu Keluarga di Lampung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh Pakai Linggis
Sayangnya, harapan untuk memperbaiki nasib keluarga justru berujung petaka karena uang jaminan yang mereka terima sebelum berlayar hanya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.
Terkait kebohongan pengupahan ini, Direktur Kapal Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Mochammad Idnillah, membeberkan bahwa para kru memang sejak awal menjadi korban kecurangan sistematis.
"Jadi dia dijanjikan itu sistem bagi hasil sekitar Rp 10 juta. Tapi itu juga sering dicurangi, alhasil yang diserahkan uang untuk ABK hanya Rp 500.000 untuk pelayaran empat bulan," tegas Idnillah memberikan keterangan resminya kepada awak media pada Minggu (4/10/2026).
Baca Juga: Hasil UEFA Nations League: Inggris Bikin Kroasia Tak Berkutik, Spanyol Sempurna di Grup A3
Penderitaan keempat pria ini tak berhenti pada urusan gaji, lantaran mereka dipaksa bekerja rodi selama 12 jam sehari dengan jatah makan yang dibatasi hanya dua kali.
Apabila target minimal tangkapan dua kilogram cumi per malam gagal dipenuhi, Direktur Jenderal PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono, menyebut para ABK tersebut akan langsung dihakimi secara brutal tanpa ampun.
"Jika kurang dari dua kilogram, maka wakil dari nakhoda mukulin ABK. Bahkan nanti kemudian (yang lain) ramai-ramai mukulin. Indikasi korban empat orang, yang mukuli itu satu kapal, semuanya (24 orang)," beber pria yang akrab disapa Ipung tersebut saat membongkar kekejaman di atas kapal.
Baca Juga: Bongkar Skandal Jual Beli Sel Mewah, DPR Geram Ada Fasilitas 'President Suite' di Lapas Cibinong
Merespons kehebohan di masyarakat, pihak KKP langsung bergerak cepat memburu dan sukses meringkus KM Maulana 23 menggunakan Kapal Pengawas Hiu 14 beserta 9 ton muatan cumi di Pangkalan PSDKP Dobo.
Saat ini, keempat korban tengah mendapat perawatan medis intensif di Rumah Sakit Dobo, sementara komplotan terduga pelaku telah diserahkan sepenuhnya ke Polres Dobo guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.***