news

Menu Makanan Tak Sesuai? Guru dan Kepala Sekolah Kini Bisa Kasih Rating Bintang di Aplikasi BGN

Jumat, 25 September 2026 | 14:46 WIB
Ilustrasi MBG (X.com/@ristyardhini)
INSIBERNEWS - Guna mengawal kualitas asupan nutrisi para siswa, Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah mengembangkan sebuah aplikasi penilaian khusus untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Melalui platform digital ini, para kepala sekolah beserta jajaran guru diberikan kewenangan penuh untuk menilai langsung kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyuplai makanan di wilayah mereka.
 
Inovasi teknologi ini diharapkan mampu meminimalisasi kecurangan dan menjaga standar gizi yang dijanjikan oleh pemerintah.
 
Baca Juga: Bongkar Skandal Mafia Tanah, Ratusan Juta Rupiah Disita KPK dari Markas BPN Jatim

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa kehadiran aplikasi ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam memperkuat pengawasan sekaligus mengevaluasi kualitas layanan hidangan siswa.
 
Menurutnya, pihak sekolah yang berhadapan langsung dengan realita di lapangan berhak memberikan umpan balik yang objektif sesuai dengan kondisi makanan yang diterima oleh anak-anak setiap harinya.

"Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan," ujar Tysa melalui keterangan tertulisnya pada hari Jumat (25/9).
 
Baca Juga: Gaya Baru Sikat Rokok Bodong, Bea Cukai Sulbagsel Amankan Uang Negara Rp5 Miliar Lewat Denda

Sistem penilaian digital ini dirancang cukup interaktif dan menyerupai layanan pesan-antar makanan masa kini, di mana pengguna bisa menyematkan ulasan dari skala satu hingga lima bintang.
 
Selain itu, tenaga pendidik juga disediakan kolom catatan khusus untuk mengkritisi berbagai aspek penting di lapangan, mulai dari kepastian waktu pengiriman, kebersihan wadah, hingga kelayakan dan cita rasa menu yang disantap peserta didik.

"Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut menjadi bahan bagi BGN untuk melihat bagian mana yang perlu segera diperbaiki," imbuh Tysa menegaskan fungsi utama fitur pemantauan tersebut.
 
Baca Juga: Dugaan Pungutan Rp150 Ribu Terbongkar di Lapas Cibinong, Ditjenpas Mulai Periksa Sejumlah Pihak

Di luar sistem pemberian bintang, BGN juga tetap menyiagakan jalur pelaporan khusus bagi institusi pendidikan yang menemukan kejanggalan serius terkait distribusi makanan.
 
Apabila keluhan di tingkat awal tidak kunjung mendapat tindak lanjut dari pihak penyedia, sekolah dipersilakan melayangkan laporan resmi melalui kanal aduan yang akan diteruskan langsung ke pusat BGN, memastikan setiap keluhan di lapangan tidak diabaikan begitu saja.

Lewat rentetan mekanisme pelaporan ini, pemerintah sangat optimistis bisa mendirikan tata kelola program makan siang yang jauh lebih transparan, akuntabel, dan cepat tanggap.
 
Sekolah tidak lagi diposisikan sebatas penerima pasif, melainkan dirangkul sebagai mitra pengawas lapangan demi memastikan setiap piring makanan yang tersaji benar-benar memenuhi standar kelayakan gizi bagi generasi penerus bangsa.***

Tags

Terkini