INSIBERNEWS - Inspeksi mendadak (sidak) Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (25/9/2026), diwarnai temuan mencengangkan.
Ombudsman RI secara mengejutkan membongkar keberadaan fasilitas tak lazim di balik jeruji besi, yakni sebuah ruang simulator golf yang memicu polemik liar di tengah masyarakat.
Menghadapi sorotan tajam publik mengenai dugaan perlakuan istimewa, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, bergegas memberikan klarifikasi.
Ia menepis isu yang menyebutkan bahwa ruangan khusus tersebut merupakan fasilitas hiburan mewah yang sengaja disediakan bagi narapidana berduit.
"Hanya fasilitas olahraga saja di samping," dalih Wisnu mencoba meluruskan temuan alat permainan golf virtual tersebut kepada awak media di lokasi.
Selain keberadaan simulator golf, mencuat pula desas-desus miring mengenai praktik pungutan liar (pungli) di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan itu.
Kabar yang santer beredar menyebutkan bahwa pihak pengelola mematok tarif sewa sebesar Rp150 ribu per minggu bagi para penghuni yang ingin menyewa peralatan olahraga tersebut.
"Alhamdulillah di sini tidak ada. Kalau ada pungli bisa disampaikan langsung dan bisa dibuktikan, Insyaallah tidak ada," tegas Wisnu membantah keras tudingan komersialisasi fasilitas tersebut.
Baca Juga: Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK, Jokowi Beberkan Sekolah Putranya dari Solo hingga Singapura
Namun, polemik ini nyatanya tak hanya berhenti pada urusan golf semata. Tim Ombudsman RI turut menemukan sebuah bangunan mewah di dalam lapas yang dirancang menyerupai rumah pribadi, lengkap dengan ruang tamu, kamar tidur, dapur, kulkas, hingga televisi, yang seketika menyeret nama narapidana tenar seperti Ferdy Sambo dan Harvey Moeis.
Dugaan adanya keistimewaan ini semakin diperkuat oleh temuan dari Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) di lapangan.
Berdasarkan penelusuran independen mereka, Ferdy Sambo disinyalir menempati area bangunan mewah yang berkedok sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), dan mantan jenderal polisi tersebut kerap terpantau beraktivitas secara eksklusif di blok samping gereja.***