INSIBERNEWS - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat maupun pihak terkait.
Baca Juga: Pasokan Batu Bara Bertambah, PLN Pastikan Listrik Lebih Stabil hingga Akhir Tahun
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, membenarkan kenaikan status tersebut.
Menurutnya, perubahan level aktivitas gunung merupakan hasil evaluasi PVMBG berdasarkan berbagai indikator pemantauan kegempaan dan aktivitas vulkanik yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
"Status Gunung Anak Krakatau sekarang ini statusnya dari Waspada menjadi Level III," ujar Andi.
Baca Juga: Diduga Salah Prosedur Imunisasi, Bayi 9 Bulan di Bekasi Alami Radang Selaput Otak
Seiring kenaikan status tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG.
Warga, nelayan, maupun wisatawan diimbau tidak beraktivitas atau melintasi kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau karena berpotensi terdampak material letusan.
"Untuk masyarakat pesisir baik itu nelayan maupun wisatawan kami mohon apa yang diinstruksikan oleh PVMBG jangan melintasi radius 3 kilometer. Karena yang dikhawatirkan ada letusan, lontaran batu pijar akan lebih dari itu jauhnya," kata Andi.
Baca Juga: Kontroversi Lagu Bupati Purwakarta, Atalia Sebut Liriknya Tak Hormati Perempuan
Petugas pemantau gunung api bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Data hasil pemantauan akan dievaluasi secara berkala untuk menentukan langkah mitigasi apabila terjadi perubahan aktivitas yang lebih signifikan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.