Pakistan disebut aktif menjembatani komunikasi antara kedua pihak hingga tercapai titik temu.
Baca Juga: Ekstasi dan Sabu Cair Senilai Rp18,5 Miliar Gagal Masuk Jawa Timur, Dua Pelaku Berhasil Ditangkap
Meski demikian, rincian lengkap isi perjanjian masih belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Informasi yang beredar menyebut penandatanganan formal kemungkinan akan dilakukan di Swiss dalam beberapa hari mendatang dengan melibatkan perwakilan kedua negara.
Pelaku pasar kini menanti kejelasan lebih lanjut terkait implementasi kesepakatan tersebut. Jika berjalan sesuai rencana, pembukaan kembali Selat Hormuz dan meredanya konflik berpotensi menjaga stabilitas pasokan energi global sekaligus menekan harga minyak dalam jangka pendek.***