news

Damai AS-Iran Bikin Pasar Bernapas Lega, Harga Minyak Langsung Terkoreksi

Senin, 15 Juni 2026 | 13:23 WIB
Minyak Dunia terkoreksi usai kesepakatan damai Iran-AS (Foto : Kementerian ESDM)

INSIBERNEWS - Pasar energi global merespons positif perkembangan terbaru hubungan Amerika Serikat dan Iran.

Harga minyak dunia tercatat mengalami penurunan signifikan setelah kedua negara mengisyaratkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi internasional.

Baca Juga: Lelang Aset Sitaan Berbuah Manis, Kejagung Setorkan Rp1,22 Triliun ke Negara

Pada perdagangan Senin pagi waktu Asia, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4 persen dan berada di level USD83,82 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat turun sekitar 4,6 persen ke posisi USD80,95 per barel.

Penurunan tersebut dipicu oleh optimisme pasar terhadap berakhirnya ketegangan geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir mendorong harga energi naik tajam.

Investor menilai peluang terbukanya kembali jalur distribusi minyak akan membantu menyeimbangkan pasokan global.

Baca Juga: Presiden Jerman Kunjungi Jakarta, Sejumlah Ruas Jalan Bakal Alami Pengaturan Lalu Lintas

Sejumlah pejabat dari Washington dan Teheran menyampaikan bahwa kedua negara telah mencapai kerangka awal perdamaian.

Kesepakatan tersebut disebut mencakup penghentian konflik, normalisasi hubungan secara bertahap, serta pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi dunia. Jalur tersebut dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju berbagai negara di Asia, Eropa, dan wilayah lainnya.

Baca Juga: Emosi Saat Belanja, Oknum TNI di Belu NTT Diduga Tinju Kasir Minimarket

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyampaikan pernyataan optimistis melalui media sosialnya. Ia menegaskan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menjadi langkah penting menuju stabilitas kawasan.

Perkembangan itu diperkuat oleh pernyataan Perdana Menteri Shehbaz Sharif yang menyebut negaranya berperan sebagai mediator dalam proses perundingan.

Halaman:

Tags

Terkini