news

Trump Bicara Soal Selat Hormuz, AS Klaim Tak Ada Negara yang Bisa Menguasainya

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:25 WIB
Trump Bicara Soal Selat Hormuz, AS Klaim Tak Ada Negara yang Bisa Menguasainya (Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan berada di bawah kendali Iran maupun negara mana pun.

Menurutnya, jalur laut strategis tersebut harus tetap terbuka bagi seluruh negara karena berstatus sebagai perairan internasional.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet pada Rabu (27/5), di tengah meningkatnya tensi terkait keamanan dan lalu lintas pelayaran di kawasan Teluk.

Baca Juga: Putin Sampaikan Selamat Idul Adha, Ungkap Kontribusi Besar Muslim Rusia

“Selat itu harus terbuka untuk semua pihak. Itu adalah perairan internasional dan tidak seorang pun akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan menguasainya,” ujar Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa isu mengenai Selat Hormuz masih menjadi bagian dari pembicaraan dan negosiasi antara Washington dan Teheran. Meski mengakui adanya keinginan Iran untuk memperbesar pengaruh di kawasan tersebut, ia menegaskan upaya penguasaan selat itu tidak akan terjadi.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Angkatan Laut Amerika Serikat pada 13 April mulai memblokade aktivitas maritim yang menuju maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran di kedua sisi selat.

Baca Juga: Maruti Suzuki Siap Luncurkan Mobil Etanol 100 Persen, Fronx dan Wagon R Jadi Kandidat

Pemerintah AS menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran tetap diperbolehkan melintas di jalur tersebut selama tidak melakukan pembayaran kepada Teheran. Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan mengenai kemungkinan pungutan yang dikaitkan dengan lalu lintas kapal di kawasan itu.

Meski Iran belum secara resmi memberlakukan biaya atau tarif tertentu bagi kapal yang melintas, rencana tersebut disebut sempat menjadi bahan pembahasan.

Sebelumnya, pada awal Mei, Trump memperkenalkan kebijakan bernama *Project Freedom* yang ditujukan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz dan ingin keluar dari wilayah tersebut.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17,800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN dan Pasar Tetap Terkendali

Namun, hanya sehari setelah diumumkan, operasi itu ditunda. Trump menyebut penundaan dilakukan guna memberi ruang bagi peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran melalui jalur diplomasi.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Selasa membantah laporan yang menyebut pihaknya kembali melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Halaman:

Tags

Terkini