INSIBERNEWS - Seorang pemangku hajat, pesta pernikahan meninggal dunia pada saat menikahkan sang anak karena dikeroyok preman, di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat.
Peristiwa naas ini terjadi pada saat korban, Dadang (57) menggelar acara pernikahan untuk anaknya, Sabtu (4/4) pada sore hari.
Kejadian ini bermula pada saat sekelompok preman mendatangi lokasi pernikahan anak korban untuk meminta uang jatah sejumlah 500 ribu.
Pada saat itu segerombolan preman berjumlan 10 orang. Mereka datang menemui Dadang dalam kondisi mabuk dan meminta uang 500 ribu untuk membeli minuman keras.
Baca Juga: Aksi Heroik Ibu di Tangerang Gagalkan Percobaan Curanmor, Viral di Media Sosial
Sebelumnya Dadang telah memberi uang 100 ribu kepada mereka. Namun merasa kurang para preman pun kembali mendatangi Dadang untuk meminta uang.
Karena merasa sudah memberikan uang 100 ribu, Dadang pun menolak permintaan para preman.
Baca Juga: Aksi Heroik Ibu di Tangerang Gagalkan Percobaan Curanmor, Viral di Media Sosial
Penolakan pun menimbulkan emosi para pelaku, sehingga terjadilah keributan di acara pernikahan tersebut. Dadang pun sempat di kejar sampai keluar tenda lalu dikeroyok oleh para pelaku.
Akibat pengeroyokan tersebut, pelaku mengalami luka-luka, hingga pingsan dan dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Tel Aviv Dilanda Banjir Besar Usai Serangan Bom Iran, Lumpuhkan Infrastruktur dan Kepanikan Warga
Berdasarkan informais yang INSIBERNEWS dapatkan dari media sosial x (twitter) diketahui para pelaku merupakan warga sekitar.
Baca Juga: Tel Aviv Dilanda Banjir Besar Usai Serangan Bom Iran, Lumpuhkan Infrastruktur dan Kepanikan Warga