INSIBERNEWS - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam. Rencana potensi invasi darat oleh AS disebut menghadapi tantangan besar, seiring laporan bahwa Iran telah menyiagakan hingga satu juta milisi serta kelompok proksi untuk menghadapi kemungkinan perang terbuka.
Situasi ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah.
Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menyampaikan peringatan tegas kepada pihak AS. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), ia menegaskan bahwa invasi darat akan menghadapi perlawanan tanpa kompromi.
Baca Juga: Videografer Amsal Sitepu Bebas dari Kasus Dugaan Mark Up, Hakim: Tak Terbukti Korupsi
Menurutnya, tidak akan ada toleransi terhadap pasukan musuh jika mereka memasuki wilayah Iran.
Hatami juga menekankan bahwa seluruh jajaran militer telah diperintahkan untuk tetap siaga penuh, termasuk memantau setiap pergerakan militer AS secara intensif.
Militer Iran kini mengedepankan strategi pengawasan ketat terhadap setiap aktivitas lawan. Instruksi telah diberikan kepada komando operasional untuk mengamati pergerakan pasukan secara detail, mengantisipasi pola serangan musuh serta melakukan respons cepat dan terukur
Baca Juga: Viral Clara Shinta Bongkar Dugaan VCS Alexander Assad, Nama Selebgram Keyndah Ikut Terseret
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan maksimal jika konflik benar-benar terjadi. Hatami juga menegaskan bahwa Iran berupaya menjaga stabilitas dalam negeri, meski berada di bawah bayang-bayang ancaman perang.
Di sisi lain, Pentagon dilaporkan tengah menyusun berbagai skenario militer, termasuk kemungkinan operasi darat di Iran. Pengerahan ribuan pasukan AS ke kawasan Timur Tengah menjadi indikasi meningkatnya kesiapan militer.
Laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa keputusan akhir masih berada di tangan Presiden Donald Trump.
Baca Juga: Usai Sindir MBS, Trump Kini Kontak Arab Saudi Bahas Gencatan Senjata dengan Iran
Target Strategis: Pulau Kharg dan Selat Hormuz
Dalam berbagai diskusi internal militer AS, beberapa target strategis disebut menjadi fokus utama, di antaranya Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran dan wilayah pesisir dekat Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia
Pengamanan kawasan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan energi global.