news

Modus Baru Bandar Narkoba, Jualan dan Sembunyikan Sabu di Toko Online

Jumat, 15 Agustus 2025 | 15:12 WIB
ilustrasi sabu (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Peredaran narkoba di Indonesia kembali menunjukkan wajah barunya. Kali ini, para bandar tak lagi hanya mengandalkan jalur darat, laut, atau udara. Mereka justru memanfaatkan platform e-commerce atau toko online untuk mengedarkan barang haram tersebut, dengan modus yang rapi dan sulit terdeteksi.

Fakta ini diungkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah berhasil membongkar sindikat narkoba lintas negara yang melibatkan jaringan Iran–Tiongkok–Malaysia. Dalam operasi ini, polisi menggagalkan peredaran sabu seberat 516 kilogram yang rencananya akan beredar di wilayah Indonesia.

Baca Juga: El Rumi Menang Cepat Lawan Jefri Nichol, Maia Estianty Tegaskan Tak Ada Main Orang Dalam!

Operasi besar tersebut juga berujung pada penangkapan tujuh orang tersangka. Dua di antaranya diduga sebagai bandar utama, sementara lima lainnya berperan sebagai kurir yang bertugas mengedarkan sabu ke berbagai titik.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, menjelaskan bahwa penggunaan e-commerce sebagai sarana distribusi bukan sekadar kebetulan.

Baca Juga: Tragis! Kisah Cinta Marshanda Berujung Duka, Calon Suami Meninggal Mendadak

"Terkait dengan e-commerce, penjualan yang dilakukan para pelaku ini semuanya kamuflase, tidak vulgar. Jadi tidak langsung terlihat seperti transaksi narkoba," jelas Ahmad David saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Agustus 2025.

Menurutnya, pelaku memanfaatkan penyamaran dengan menjual produk-produk fiktif di toko online. Transaksi dilakukan seolah-olah pembelian barang biasa, padahal paket yang dikirim berisi sabu dengan cara pengepakan khusus untuk mengelabui pihak berwenang.

Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI, Berawal Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara

Modus ini dinilai cukup berbahaya karena bisa menembus lapisan pengawasan yang selama ini fokus pada jalur distribusi konvensional.

Apalagi, perkembangan e-commerce yang masif membuat arus pengiriman barang menjadi begitu padat, sehingga celah ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Baca Juga: Harga Endorse Nikita Mirzani Hampir 10 Miliar, Nikmir Sebut Malu Soal Dugaan Pemerasan 4 Miliar Dengan Reza Gladys

Pengungkapan ini menjadi peringatan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya membutuhkan pengawasan di lapangan, tetapi juga penguatan sistem pengawasan digital. Kombinasi teknologi dan kerja sama lintas instansi menjadi kunci agar modus serupa dapat dicegah lebih dini.

Hingga kini, penyidik masih mendalami jaringan ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat, termasuk pihak yang berperan sebagai pengendali dari luar negeri. Polisi menegaskan akan terus memburu para bandar hingga ke akar-akarnya, meski mereka mencoba bersembunyi di balik layar toko online.

Tags

Terkini