INSIBERNEWS - Bencana kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi momok yang mengepung sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan.
Polusi udara yang kian pekat ini mulai melumpuhkan kenyamanan aktivitas harian masyarakat, tak terkecuali menciptakan ancaman nyata bagi para pengguna jalan raya yang harus ekstra waspada menghadapi jarak pandang yang merosot tajam.
Pemandangan mendebarkan ini tertangkap kamera dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya usai sebuah video memperlihatkan kondisi terkini kawasan Landasan Ulin, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Gulungan asap pekat berwarna abu-abu tampak menutupi seluruh badan jalan raya, membuat jarak pandang tersisa hanya dalam hitungan meter dan memaksa laju kendaraan melambat drastis.
Menghadapi jalanan yang nyaris 'buta', para pengendara secara spontan menciptakan sistem komunikasi darurat dengan cara membunyikan klakson tanpa henti.
Bunyi klakson yang riuh bersahutan ini sama sekali bukan bertujuan untuk meluapkan arogansi di jalan, melainkan sebagai peringatan bahaya agar kendaraan yang mendadak muncul dari arah berlawanan bisa saling menyadari posisi dan terhindar dari tabrakan maut.
Momen menegangkan tersebut diunggah oleh salah satu warga setempat melalui akun TikTok @bloperr0 pada Jumat (21/8/2026), yang turut membagikan kengerian situasi jalanan di balik tebalnya kepungan kabut asap karhutla.
"Akhirnya klakson berguna di Kalimantan. Minimal klaksonnya ini buat memberi tahu kalau ada orang lain di situ,"
Mengintip kolom komentar pada unggahan viral tersebut, tak sedikit warganet yang menyarankan agar para pengendara cukup memaksimalkan fungsi lampu utama maupun lampu sein.
Namun, saran tersebut lekas ditepis oleh sang pengunggah yang menegaskan bahwa sorot cahaya kendaraan, khususnya lampu putih terang, kalah telak dan tak mampu menembus pekatnya polusi, sehingga wujud kendaraan baru tertangkap mata saat jarak sudah menyentuh angka satu meter.
Di luar fenomena jalanan yang memicu kepanikan warga tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengungkap data memprihatinkan terkait luasnya sebaran titik panas di daratan Kalimantan.
Melalui pantauan akurat dari Satelit NOAA-20 per Kamis (20/8/2026), BNPB berhasil mendeteksi keberadaan 1.487 titik panas, dengan rincian 767 titik mengamuk di Kalimantan Tengah, 560 di Kalimantan Barat, masing-masing 74 titik di Kalimantan Selatan dan Timur, serta 3 titik yang menjalar di Kalimantan Utara.
Menyikapi lonjakan drastis angka karhutla ini, pihak pemerintah memastikan terus memetakan wilayah rawan api secara lebih intensif demi mencegah bencana ekologis yang semakin meluas.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk sigap dan jangan segan melapor apabila melihat bibit api sekecil apa pun di sekitar mereka.
"Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,"***
Artikel Terkait
Kabut Asap Makin Pekat, Seluruh Penerbangan di Bandara Singkawang Dihentikan Sementara
Begal Sadis Beraksi di Kertapati! Mahasiswi UT Palembang Ditemukan Tewas, Motor Raib
Nahas! Mercy Terbakar Usai Tabrak Truk Kontainer di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas
Ngeri! Polisi Usut Penyebab Kecelakaan Mercy yang Seruduk Truk di Tol Jagorawi, Dua Orang Tewas Terbakar