INSIBERNEWS - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah tengah berupaya menurunkan harga tiket semua moda transportasi, termasuk pesawat, menjelang masa mudik Lebaran 2025/Idulfitri 1446 H.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perjalanan mudik dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kita berupaya kembali untuk menurunkan harga, harga tiket pesawat termasuk juga moda transportasi lainnya karena kita tahu tidak semua menggunakan pesawat,” ujar AHY dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengurai kemacetan selama periode mudik, seperti menyiapkan buffer zone di Merak untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Selain itu, manajemen lalu lintas juga diharapkan dapat berjalan dengan disiplin dan efisien, guna memperlancar arus mudik.
Sebelumnya, pemerintah telah berhasil menurunkan harga tiket pesawat sekitar 10 persen menjelang libur akhir tahun 2024/2025, meskipun permintaan yang tinggi pada masa tersebut membuat harga tiket cenderung meningkat.
Penurunan harga tiket pesawat ini melibatkan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, maskapai, dan Pertamina, yang berperan dalam menurunkan biaya avtur.
“Kita berhasil menurunkan kurang lebih 10 persen (tiket pesawat), ini agregat dari upaya yang dilakukan bersama,” kata AHY, sambil menyebutkan bahwa biaya jasa kebandarudaraan dan penurunan fuel surcharge juga turut berkontribusi pada penurunan harga tiket.
Meskipun libur akhir tahun sudah berakhir, AHY menekankan bahwa tantangan selanjutnya adalah mempersiapkan masa Ramadan dan Lebaran 2025, di mana mobilitas masyarakat diperkirakan akan meningkat pesat. Pemerintah pun tengah fokus pada persiapan matang untuk menghadapi periode tersebut.