Sebagai ketua umum, Kaesang juga mengajak para kader PSI untuk melibatkan generasi muda yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang politik.
Pemahaman yang mendalam itu menurutnya menjadi gerbang masuk agar mereka tidak berlebihan dalam berpolitik.
Hal tersebut juga dilatari penilaian PSI tentang masalah dalam politik di Indonesia yang telah lama dikenal alot dan penuh intrik.
Baca Juga: Kadernya Tertangkap Pesta Sabu Setelah Pelantikan DPRD, Begini Tanggapan NasDem, Gerindra dan Hanura
Asumsi Anti Kritik
Momen Kaesang memakai rompi bertuliskan 'Putra Mulyono', dinilai sebagian publik adalah bentuk anti kritik.
Hal ini karena Kaesang dinilai cenderung enggan menanggapi kritik yang beredar, terbaru adalah tentang dugaan gratifikasi Private Jet terhadapnya.
Seperti pada cuitan netizen yang mengedit foto Kaesang memakai rompi ‘Putra Mulyono’ dengan tambahan ‘Hobi Nebeng Private Jet’.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Desain Tangga untuk Rumah dua Lantai yang Fungsional dan Estetis, Yuk Intip Disini!
Selain itu, ada juga netizen yang mengungkap istilah ‘Mulyono’ itu adalah sebuah kritikan, bukan ujaran kebencian.
Kritikan Bukan Ancaman
Sebuah kritikan bukan dianggap sebagai ancaman bagi eksistensi pejabat publik terkait.
Bahkan, Presiden Joko Widodo secara terang-terangan meminta masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan kritik pada tahun 2021 lalu.
GAMAPI, Organisasi Fisipol UGM pada tahun yang sama juga pernah menyebut, kepercayaan publik pada pemerintah menjadi hal yang penting dalam berdemokrasi.
Baca Juga: Seorang ASN Bekasi yang Protes Kegiatan Berdoa Kristiani Ternyata Langgar Pasal-pasal Berikut
"Kepercayaan publik dimaknai sebagai bentuk support yang dapat ditunjukkan dengan menerima keputusan sistem politik ataupun dengan mematuhinya," tulis penelitian tersebut.