INSIBERNEWS - Presiden RI, Joko Widodo berkomentar soal dualisme kepemimpinan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Menurutnya persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik di internal Kadin sendiri.
Ketika berada di Menara Danareksa, Jakarta, pada Selasa (17/9/2024) Presiden meminta dan mengingatkan, semua pihak untuk jangan melempar bola panas terkait dualisme kepemimpinan di Kadin Indonesia kepada dirinya.
Baca Juga: Resmi Gantikan Arsjad Rasjid, Berikut Pro Kontra Anindya Bakrie Jadi Ketum Kadin
Jokowi juga menyebut selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, ia mengaku sangat dekat dengan Kadin Indonesia, termasuk pada semua ketua umumnya.
Selain ingin mendamaikan antara Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie disaat yang sama, Jokowi juga menegaskan bahwa Kadin Indonesia merupakan organisasi pengusaha dan jangan dibawa kedalam ranah organisasi politik.
“Kadin bukan organisasi politik. Itu adalah organisasi pengusaha. Sehingga, saya minta diselesaikan secara baik-baik, di internal Kadin. Jangan nanti bola panasnya disorong ke saya,” tegasnya.
Baca Juga: Heboh! Begini Kronologi Bos Yamaha, Yoshihiro Hidaka Ditikam Pisau Putri Sendiri
Baru-baru ini, dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin Indonesia yang dihadiri 28 dari 34 Kadin provinsi dan 25 asosiasi pada, Sabtu (14/9/2024), di Jakarta, ditetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum baru periode 2024-2029.
Kemudian Arsjad Rasjid menentang Munaslub yang menetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin, Ia nyatakan tidak sah.
Arsjad Rasjid menilai, Munaslub itu melanggar atau bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dan ditolak oleh 21 KADIN Provinsi.
Baca Juga: Terungkap! Ini Sosok dan Motif Si Pembunuh Gadis Penjual Gorengan Nia Kurnia Sari
Setelah Anindya mengetahui, pernyataan Arsjad Rasjid, Ia membantah Munaslub itu bertujuan mengkudeta Arsjad Rasjid dari kursi Ketua Umum periode 2021-2026. Dia mengklaim Munaslub itu inisiatif Kadin Daerah dan Anggota Luar Biasa (ALB).