nasional

Peretas Pusat Data Nasional, Minta Tebusan 8 Juta Dolar

Senin, 24 Juni 2024 | 16:12 WIB
ILUSTRASI Pusat Data Nasional di serang Peretas. (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo) Budi Arie Setiadi mengonfirmasi bahwa Pusat Data Nasional (PDN) terkena gangguan akibat serangan siber ransomware, peretas meminta uang tebusan.

Saat ditanya awak media ketika berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta untuk mengikuti sidang kabinet paripurna bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada, Senin (24/6/2024).

Terkait sejumlah uang tebusan yang diminta oleh peretas, Budi Arie mengatakan bahwa info yang diterimanya dari tim sebesar 8 juta dolar.

Baca Juga: Polda Jabar Tidak Hadir Dalam Persidangan Pra Peradilan Pegi Setiawan, Ditunda Juli Mendatang, Ada Apa ?

"Menurut tim, 8 juta dolar, ini serangan virus LockBit 3.0" ujar Budi Arie

Sebelumnya, Ketua BSSN Hinsa Siburian dalam keterangannya, bahwa serangan siber tersebut, terjadi di Pusat Data Nasional Sementara, di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Hinsa Siburian, adapun bentuk serangan ransomware dengan nama Brain Cipher ini, merupakan pengembangan terbaru dari Ransomware LockBit 3.0.

Baca Juga: Sejumlah Anggota Gengster Resahkan Warga Kelapa Dua Tangerang, Polisi: Beberapa Anggota Sudah Ditangkap!

"Jadi, Ransomware ini dikembangkan terus. Ini yang terbaru setelah kita lihat dari sampel, sudah dilakukan sementara oleh forensik BSSN," kata Hinsa pada, Senin (24/6/2024).

Tags

Terkini