Sosialisasi program belum maksimal
1. Walaupun demikian mungkin akan menjadi masalah di kemudian hari ketika tidak dibenahi dengan segera untuk mensosialisasikannya kepada MBR atau penerima manfaat karena ditengarai sampai saat ini sinergi/kemitraan dengan pihak Perumnas dan Bank Tanah masih jauh dari api.
2. Masalah operasional sepertinya belum siap seperti menampung jutaan rekening – yang bukan secara operasional, tapi juga masalah keamanan yang bebas penipuan cyber. Apalagi, masih ada kendala pengelolaan data (khususnya data ASN) yang belum sinkron antara data di BKN, Taspen dan BPJS-Kesehatan, utamanya data ASN Pemda. Perbedaan dana itu akan meningkatkan ketidakpercayaan pemerintah.
Baca Juga: Miris! ART Coba Bunuh Diri di Cimone Tangerang, Tidak Dibiayai Pengobatannya oleh Majikan.
3. Posisi Tapera masih pada posisi di antara dua Kementerian PUPR sebagai regulator program perumahan, dan Kemenkeu sebagai pengumpul dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola Tapera.
4. Munculnya isu tentang kemampuan sumber daya manusia (SDM) Tapera yang masih jauh di bawah lembaga pengelola dana seperti perbankan.