nasional

1,65 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta, Kakorlantas Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 | 12:35 WIB
Tol Jakarta - Cikampek terpantau ramai (Foto : Dok/Jasa Marga)

INSIBERNEWS - Jakarta mulai lengang menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Berdasarkan laporan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, hingga H-2 Lebaran atau Sabtu (29/3), sebanyak 1,65 juta kendaraan tercatat telah meninggalkan Ibu Kota untuk melaksanakan mudik.

Meski angka ini cukup besar, ternyata jumlah tersebut masih di bawah prediksi awal yang memperkirakan sekitar 2,1 juta kendaraan akan bergerak keluar dari Jakarta selama periode mudik.

"Proyeksi itu 2,1 juta kendaraan yang akan melaksanakan mudik, sudah terdistribusi 1.650.000. Jadi masih berkisar ya, masih berkisar 20-25% yang belum mudik. Jadi masih kita tunggu," ujar Irjen Agus di Gerbang Tol Cikampek Utama, Minggu (30/3).

 Baca Juga: Wanita Terjatuh ke Got di Terminal Kampung Rambutan, Diduga Meninggal Karena Sakit Saat Hendak Mudik

Rekayasa Lalu Lintas One Way Dihentikan

Salah satu langkah utama untuk mengurai kepadatan lalu lintas selama mudik Lebaran adalah penerapan sistem one way.

Namun, rekayasa lalu lintas satu arah dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung kini telah dihentikan.

Penghentian ini dilakukan setelah melihat arus kendaraan yang mulai berkurang secara signifikan, terutama di jalur utama mudik menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Langkah ini juga untuk mengantisipasi kendaraan yang masih dalam perjalanan agar tidak terjebak dalam perubahan skema lalu lintas mendadak.

 Baca Juga: Terpantau Lancar, Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni Tak Sesuai Prediksi

Fokus Beralih ke Arus Balik Lebaran

Meskipun puncak arus mudik hampir selesai, tantangan selanjutnya adalah mengelola arus balik. Irjen Agus menyatakan bahwa pihaknya sudah mulai merancang berbagai strategi agar perjalanan kembali ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya bisa berjalan dengan lancar dan aman.

"Jadi arus balik tadi malam sudah kita rumuskan cara-cara strategis yang tepat, sehingga betul-betul nanti negara hadir untuk bisa melayani para pemudik dan arus balik," tambahnya.

Sejumlah skenario rekayasa lalu lintas kemungkinan akan kembali diterapkan, termasuk opsi one way, contra flow, hingga pembatasan kendaraan tertentu jika diperlukan.

Pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik guna mengurangi risiko kemacetan panjang.

 Baca Juga: Wanita Terjatuh ke Got di Terminal Kampung Rambutan, Diduga Meninggal Karena Sakit Saat Hendak Mudik

Halaman:

Tags

Terkini