INSIBERNEWS - Menjelang perayaan Idul Adha 2026, pemerintah memastikan ketersediaan daging sapi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang menyebut seluruh kebutuhan telah dihitung secara matang melalui sistem neraca komoditas.
Menurutnya, pemerintah telah memperhitungkan secara detail berbagai aspek, mulai dari kebutuhan daging segar, impor sapi bakalan, hingga populasi ternak dalam negeri.
Baca Juga: Cekcok Berujung Maut, Suami di Banyuwangi Nekat Bakar Istri, Keduanya Kritis
Dengan perhitungan tersebut, potensi kekurangan pasokan dapat diantisipasi lebih awal tanpa harus bergantung pada impor berlebihan.
Ia menegaskan bahwa kebijakan impor tetap dilakukan secara hati-hati dan tidak akan merugikan peternak lokal. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pasokan dan perlindungan terhadap pelaku usaha peternakan dalam negeri.
“Impor tidak dilakukan secara sembarangan. Semua melalui perhitungan agar peternak lokal tetap terlindungi,” ujarnya.
Baca Juga: Iran Kirim Sinyal Kuat ke AS-Israel: Rudal Andalan Belum Turun Tangan!
Tak hanya untuk daging sapi, pendekatan neraca komoditas juga diterapkan pada sejumlah bahan pangan lain yang masih bergantung pada impor, seperti bawang putih.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak jelas terkait ketersediaan pangan nasional.
Dari sisi harga, pemerintah juga memastikan stabilitas tetap terjaga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Latihan Berujung Maut! Dua Helikopter Angkatan Laut Malaysia Tabrakan di Udara, 10 Awak Tewas
Meski sempat terjadi kenaikan harga, langkah cepat langsung dilakukan dengan menelusuri rantai distribusi, mulai dari peternakan, rumah potong, hingga pedagang.
Pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar. Pemerintah menekankan bahwa kebutuhan pokok masyarakat harus tetap terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel Terkait
Tiga Eks Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara, Jaksa Beberkan Kerugian Negara Rp1,3 Triliun
Dirahasiakan Demi Politik, Netanyahu Akui Indap Kena Kanker Prostat
Cekcok Berujung Maut, Suami di Banyuwangi Nekat Bakar Istri, Keduanya Kritis
Tragis! Cekcok Antrean Berujung Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup di Tanah Abang
Daycare di Yogyakarta Digerebek, Anak Diduga Diikat hingga Minim Pakaian Buat Polisi Turun Tangan
Iran Kirim Sinyal Kuat ke AS-Israel: Rudal Andalan Belum Turun Tangan!