INSIBERNEWS - Pengusaha Jusuf Hamka atau biasa disebut dengan panggilan babah alun menggandeng Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthi kunjungi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk menemukan titik terang penyelesaian kisruh uang donasi.
Kedatangan Jusuf, Novi dan laki-laki yang kerap disebut Densu ke Kemensos dilakukan pada Jumat (29/11).
Tujuannya untuk menemui Kemensos, merupakan untuk meminta saran bagaimana cara agar penyelesaian kisruh donasi berakhir dengan damai dan tidak merugikan salah satu pihak lantaran soal polemik tersebut Gus Ipul, menteri sosial melihat bisa mengarah pada hal buruk.
Untuk mencegah terjadinya hal buruk tersebut maka Gus Ipul selaku Menteri Sosial memfasilitasi masalah donasi tersebut, melakukan mediasi kepada Agus supaya Agus bisa diarahkan, itupun untuk kebaikan Agus.
"Karena ini bisa mengarah ke arah yang buruk oleh karena itu Gus menteri memfasilitas upaya itu dan kemungkinan besar dari pihak Kemensos akan melakulan mediasi beberapa pihak termasuk Agus untuk mengarahkan Agus supaya Agus mau diarahkan intinya begitu, karena itu untuk kebaikan Agus," tutur Denny Sumargo.
Ditemani oleh Jusuf Hamka menuju Kemensos, Jusuf mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kisruh donasi tidak ada yang salah. Hanya saja dalam polemik tersebut ada orang yang salah paham.
"Semua pihak itu saya anggap anak-anak saya, semua enggak ada yang salah semua benar cuman yang ada adalah salah paham," ujar Jusuf Hamka.
Karena adanya kesalahpahaman yang kemudian diperpanjang jadilah masalah besar. Oleh karena itu Jusuf Hamka meminta peran pemerintah dalam kisruh tersebut agar berakhir dengan baik dan damai.
"Oleh sebab itu kita tabayyun ke pemerintah kita serahkan ke pemerintah apa arahannya. Densu ini udah kaya adik saya, Farhat juga udah kaya adik saya, Agus Salim juga saya anggap kaya adik saya jadi semua gak ada masalah semua bisa diselesaikan," ungkapnya.
Selain itu menurut Babah Alun kalau semua pihak meiliki niat untuk mengakhiri polemik dengan baik, kisruh tersebut pasti akan selesai.
"Saya punya rasa optimis yang penting nawatul dulu, kalo nawatulnya baik, ikhlas insya allah kun fayakun selesai,"