INSIBERNEWS - Lee Jeong Hoon mencurahkan isi hatinya dalam podcast Melaney Ricardo yang tayang baru-baru ini.
Bersama sang istri, Moa, Lee membahas konflik rumah tangga yang sempat membuat Moa memilih pergi ke Amerika Serikat selama empat bulan, membawa serta anak-anak mereka.
Keputusan Moa itu disebut sebagai bentuk pelarian di tengah konflik yang kian memanas.
Baca Juga: Tok! Presiden Prabowo Resmi Tetapkan 27 November 2024 Jadi Hari Libur Nasional
Moa mengaku bahwa kepergiannya ke Negeri Paman Sam dilatarbelakangi perasaan tidak diinginkan dalam pernikahannya.
la merasa Lee lebih sering menunjukkan sikap yang membuatnya dan anak-anak tidak betah. Namun, Lee justru membantah hal tersebut.
la mengungkapkan bahwa dirinya sudah berusaha keras mempertahankan keluarganya agar tetap bersama.
Baca Juga: Pakistan Krisis! Darah Kembali Tumpah: Konflik Suku Picu Penembakan Brutal, 42 Orang Tewas
Bahkan, ia sempat menangis memohon agar Moa dan anak-anaknya tidak pergi.
"Saya sudah minta, bahkan menangis, tapi mereka tetap pergi," ungkap Lee.
Kepergian Moa dan anak-anak meninggalkan luka mendalam bagi Lee. la mengaku hidupnya berubah drastis setelah keluarga kecilnya meninggalkannya.
Baca Juga: Indonesia Dukung Langkah ICC Tangkap Netanyahu dan Yoav Gallant: Tegakkan Keadilan untuk Palestina
Lee mengatakan dirinya tenggelam dalam depresi berat, bahkan sempat memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup.
"Selama dua minggu saya tidak keluar rumah sama sekali, semua pekerjaan saya hentikan. Setiap hari minum seperti orang kehilangan arah, tidur hanya setengah jam. Obat tidur pun tidak mempan. Saya benar-benar depresi dan ingin bunuh diri," ungkapnya dalam podcast tersebut.