Prosesi ini difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan berlangsung secara khidmat. Sidang adat tersebut menjadi ruang dialog sekaligus penyelesaian secara kultural antara komika dan masyarakat adat Toraja.
Sebagai bagian dari keputusan adat, Pandji dijatuhi sanksi berupa denda satu ekor babi dan lima ekor ayam. Sanksi tersebut merupakan bentuk pemulihan dan penghormatan terhadap adat yang telah dilanggar.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang sensitivitas budaya dalam karya komedi, terutama ketika menyentuh tradisi sakral seperti Rambu Solo’.
Baca Juga: China Siap Rilis Standar Perdana Baterai Solid-State, Sinyal Serius Kuasai Teknologi EV
Pandji sendiri menegaskan bahwa proses ini menjadi pembelajaran besar dalam hidupnya. Ia berharap kejadian tersebut bisa menjadi contoh bahwa perbedaan dan kesalahpahaman dapat diselesaikan melalui dialog serta penghormatan terhadap nilai adat.
Sidang adat Toraja yang dijalani Pandji pun menjadi bukti bahwa penyelesaian konflik berbasis budaya masih relevan dan dihormati hingga saat ini.