"Bahwa saya boleh disakiti, tapi saya tidak akan dibiarkan hancur. Saya mungkin mundur dari mimpi bertahun lalu, tapi saya masih punya masa depan yang bisa saya perjuangkan kembali," ujarnya dengan tegas.
Baca Juga: Soroti Isu Pemakzulan Gus Yahya, Cak Imin: Moga-moga Ada Keputusan yang Terbaik untuk NU
Ia melanjutkan, "Saya masih muda. Saya masih 25 tahun. Saya masih punya banyak jalan, banyak peluang, dan banyak waktu untuk membangun hidup kembali dengan cara yang terhormat, tanpa merusak hidup orang lain."
Mawa juga mengungkap bahwa ia kini melanjutkan pendidikan dan sudah memasuki semester lima. Ia menyebut Insan sempat melarangnya kuliah, namun ia tetap memilih maju dan menata masa depannya sendiri. Meski begitu, ia tetap mengakui sisi positif suaminya, termasuk sifatnya yang baik dan tidak pelit.
Sayangnya, bagi Mawa, perselingkuhan adalah hal yang tidak dapat ditawar. Walau pernikahan mereka berada di ujung perpisahan, ia tetap bertekad menuntaskan satu hal yang pernah menjadi nazar bersama yaitu membangun rumah yatim sebagai amal jariyah dan wujud dari janji yang tidak ingin ia ingkari.***