INSIBERNEWS - Nona A, wanita yangsebelumnya mengaku menjadi korban pelecehan seksual aktor Korea Selatan Lee Yi Kyung, kembali membuat publik tercengang.
Melalui unggahan terbarunya di X pada Rabu (19/11), ia menyatakan bahwa ia ingin “bicara untuk terakhir kalinya” dan mengubah kembali keterangannya terkait tuduhan yang sempat menghebohkan jagat hiburan Korea.
Dalam tulisan panjang yang ia unggah, ia meminta maaf kepada publik atas kekacauan yang terjadi akibat ucapannya yang terus berubah-ubah belakangan ini.
“Sejujurnya saya takut, jadi saya bilang semuanya bohong. Saya berbohong karena takut dituntut dan harus membayar uang dan membebani keluarga saya,” tulisnya, mengaku bahwa ketakutannya terhadap konsekuensi hukum membuat ia menarik kembali tuduhan tersebut.
Baca Juga: Lansia 65 Tahun di Tangerang dapat Bantuan Becak Listrik dari Prabowo
Sebelumnya, pada 22 Oktober, nona A sempat membuat pengakuan mengejutkan: ia mengatakan bahwa seluruh tuduhan pelecehan yang ia layangkan kepada sang aktor adalah hasil rekayasa.
Ia bahkan menjelaskan bahwa bukti percakapan yang sempat ia publikasikan — berupa tangkapan layar percakapan KakaoTalk dan Instagram — dibuat menggunakan teknologi AI.
Ia menyebut semuanya bermula dari candaan yang kemudian lepas kendali.
“Awalnya cuma lelucon, tapi saya tidak menyangka akan viral sebesar ini. Saat saya terus menulis dan memakai foto AI, lama-lama saya mulai merasa itu benar-benar terjadi,” ujar nona A ketika pertama kali menarik tuduhannya.
Baca Juga: Jejak Baru Suzuki Indonesia di Pasar Global, Fronx dan Satria Resmi Meluncur ke Mancanegara
Dalam narasinya, ia mengaku sebagai warga Jerman yang fasih berbahasa Korea dan menuduh Lee Yi Kyung mengirimkan pesan cabul. Pesan-pesan tersebut digambarkan berisi permintaan foto bagian tubuh hingga kata-kata kasar — semua yang kemudian ia klaim sebagai hasil manipulasi teknologi.
Tuduhan itu membuat agensi Lee Yi Kyung, Sangyoung ENT, bereaksi keras. Mereka dengan tegas menyatakan akan melaporkan nona A ke pihak kepolisian sebagai langkah hukum untuk membersihkan nama sang aktor.
Agensi juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi upaya penyebaran informasi palsu yang merugikan artis mereka.