entertainment

Bang Si Hyuk Terpojok! HYBE Resmi Digeledah, Dugaan Manipulasi Saham Menguat

Kamis, 24 Juli 2025 | 18:30 WIB
HYBE resmi digeledah, Bang Si Hyuk diselidiki atas dugaan penipuan saham Rp 4,6 T. (Istimewa)

INSIBERNEWS — Markas besar HYBE Corporation, agensi hiburan raksasa asal Korea Selatan yang melambungkan nama BTS hingga menjadi fenomena global, resmi digeledah oleh kepolisian Korea Selatan pada Kamis pagi, 15 Juli 2025, sekitar pukul 09.00 waktu setempat (KST).

Penggeledahan dilakukan oleh Unit Kejahatan Finansial Kepolisian Metropolitan Seoul sebagai bagian dari penyelidikan mendalam atas dugaan kasus penipuan saham yang menyeret nama besar Chairman HYBE, Bang Si Hyuk.

Bang Si Hyuk, atau yang kerap dijuluki "Hitman Bang", adalah tokoh sentral dalam industri musik K-pop. Ia dikenal sebagai pendiri HYBE (sebelumnya dikenal sebagai Big Hit Entertainment), yang sukses membangun kerajaan bisnis hiburan global berkat kesuksesan BTS, serta akuisisi label-label besar seperti Pledis Entertainment dan Source Music.

Baca Juga: Anak Mona Ratuliu Ungkap Idap Bipolar dan BPD: Banyak Anak Indonesia Alami Hal Sama

Namun kini, nama besar Bang terancam tercoreng akibat tuduhan serius terkait manipulasi saham menjelang penawaran saham perdana (IPO) HYBE di tahun 2020.

Menurut laporan, Bang dituduh telah memberikan informasi menyesatkan kepada investor awal dan memperoleh keuntungan ilegal yang ditaksir mencapai hampir 400 miliar won (sekitar Rp 4,6 triliun).

Modus yang dilakukan diduga berkaitan dengan penggelembungan nilai perusahaan secara strategis guna mempengaruhi keputusan para investor saat proses IPO.

Baca Juga: Menjelang Perayaan HUT RI ke-80, Prabowo Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih di Mana Pun Berada

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Pasar Modal Korea Selatan.

Surat perintah penggeledahan terhadap kantor pusat HYBE di distrik Yongsan, Seoul, dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik Selatan Seoul pada Rabu, 14 Juli.

Ini menjadi momen penting dalam kasus tersebut karena untuk pertama kalinya pihak berwenang diberi izin menyita dokumen dan barang bukti terkait dari markas besar perusahaan.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Finansial, Justin Bieber Lunasi Utang Berkat Bisnis Hailey?

HYBE sendiri hingga kini belum merilis pernyataan resmi terkait penggeledahan ini. Sementara itu, pihak kepolisian menolak memberikan komentar dengan alasan proses penyelidikan masih berlangsung dan bersifat rahasia.

Yang menarik, penggeledahan ini dilakukan hanya sepekan setelah Komisi Sekuritas dan Berjangka Korea (SFC) secara resmi mengadukan Bang Si Hyuk ke aparat penegak hukum.

SFC menuduhnya melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi pasar modal, termasuk praktik perdagangan tidak adil. Sebelumnya, upaya polisi untuk mengajukan surat izin penggeledahan telah dilakukan dua kali pada 30 April dan 28 Mei, namun ditolak oleh kejaksaan.

Baca Juga: Dorong Sektor Pertanian Jadi Motor Utama, BRI Salurkan KUR Senilai Rp83,38 Triliun

Izin akhirnya baru diberikan setelah pengaduan resmi dari SFC diterima pada 16 Juli, memperkuat dasar hukum untuk penggeledahan tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang menimpa industri hiburan Korea, yang selama ini dikenal sangat kompetitif dan menjanjikan keuntungan besar bagi para pelakunya.

Skandal yang melibatkan tokoh sekelas Bang Si Hyuk, yang sebelumnya dianggap visioner dan tokoh reformis dalam dunia hiburan, tentu menimbulkan guncangan besar di kalangan investor dan penggemar Kpop.

Baca Juga: Bukan Skandal Baru? Lady Nayoan Jawab Isu Selingkuh Rendy dan Cewek Gereja, Ini Faktanya!

Para analis pasar memperkirakan bahwa kasus ini dapat berdampak signifikan pada reputasi HYBE di mata publik maupun pemegang saham.

Saham HYBE diketahui sempat mengalami fluktuasi setelah kabar penyelidikan mencuat ke publik, mencerminkan kekhawatiran para investor terhadap stabilitas manajemen dan masa depan perusahaan.

Apabila tuduhan ini terbukti di pengadilan, Bang Si Hyuk dapat menghadapi hukuman berat, termasuk sanksi pidana dan denda miliaran won.

Baca Juga: PPPK di Blitar Ramai Ajukan Cerai, Ternyata Ini Penyebabnya

Skandal ini juga berpotensi memicu reformasi lebih lanjut dalam pengawasan pasar modal Korea Selatan, terutama dalam hal transparansi informasi dan etika dalam proses IPO.

Saat ini media masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kasus saham HYBE ini.

Tags

Terkini