entertainment

Lee Siyoung Hamil Anak Kedua dari Mantan Suami: Embrio Terakhir, Kesempatan Terakhir

Selasa, 8 Juli 2025 | 09:05 WIB
Lee Siyoung siap hamil anak kedua meski telah bercerai (@Leesiyoung38)

INSIBERNEWS – Aktris Korea Selatan Lee Siyoung tengah mengandung anak keduanya.

Sebuah kabar mengejutkan yang terungkap pada Selasa (8/7) melalui seorang sumber dalam industri hiburan.

Namun yang membuat kabar ini semakin menarik perhatian adalah kenyataan bahwa kehamilan tersebut berasal dari embrio yang dibekukan bersama mantan suaminya, bukan dari hubungan baru.

Baca Juga: Marion Jola Siap Rilis Album Baru, Ada Lagu Bernuansa Timur dan Tentang Pelakor

Pasangan ini diketahui telah melakukan pembekuan sel telur dan sperma pada tahun 2018, tidak lama setelah Lee melahirkan anak pertama mereka.

Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan perencanaan jangka panjang, dengan harapan memiliki anak kedua di masa depan.

Namun, dengan batas waktu penyimpanan embrio yang umum diterapkan selama lima tahun, keputusan harus segera dibuat.

Baca Juga: PSIM Tambah Amunisi Asing, Franco Ramos Siap Perkuat Tembok Pertahanan Laskar Mataram

Maka, menjelang masa simpan habis, mereka memilih untuk menanamkan embrio tersebut ke dalam rahim Lee dan hasilnya, kehamilan pun berhasil terjadi.

Lee Siyoung dikenal sebagai sosok pekerja keras dan berdedikasi, baik di dunia hiburan maupun dalam kehidupan pribadinya.

Aktris kelahiran 1982 ini kini berusia 43 tahun (dalam perhitungan usia Korea), sebuah usia yang secara medis dianggap penuh tantangan untuk hamil secara alami.

Baca Juga: Ari Lasso Sindir Musisi Baru yang Ribet soal Riders, Jangan Manja di Dunia Profesional!

Namun keinginannya yang kuat untuk memiliki anak kedua membuatnya mengambil keputusan besar ini, meski statusnya kini tidak lagi sebagai seorang istri.

Perjalanan hidup Lee Siyoung penuh dinamika. Ia menikah pada 30 September 2017 dengan seorang pengusaha di bidang layanan makanan yang sembilan tahun lebih tua darinya.

Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang putra pada Januari 2018.

Baca Juga: Presiden Trump Resmikan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Berlaku Mulai 1 Agustus 2025

Hubungan mereka berlangsung selama delapan tahun sebelum akhirnya resmi berakhir dengan perceraian pada awal 2025.

Meski hubungan pernikahan telah usai, komitmen mereka sebagai orang tua tak luntur, seperti yang dibuktikan lewat keputusan bersama untuk memberi kehidupan pada embrio yang telah mereka simpan.

Langkah yang diambil Lee tidak hanya menunjukkan keberanian dan komitmennya sebagai seorang ibu, tapi juga menyoroti kemajuan teknologi reproduksi yang semakin membuka peluang bagi perempuan modern untuk mengatur kehidupan keluarga mereka.

Baca Juga: Melalui Pemberdayaan BRI, Couplepreneur Ini Sukses Bawa Kerajinan 'Craftote' Tembus Pasar Ekspor Asia dan Amerika

Teknologi pembekuan sel telur dan sperma atau yang dikenal sebagai cryopreservation telah menjadi solusi bagi banyak pasangan yang ingin menunda kehamilan karena berbagai alasan, mulai dari kesehatan, usia, hingga situasi pribadi.

Dalam prosedur ini, sel telur dan sperma dibekukan dalam nitrogen cair pada suhu ekstrem hingga -196 derajat Celsius.

Selanjutnya, ketika keduanya dibuahi dan membentuk embrio, embrio tersebut bisa ditanamkan kembali ke dalam rahim kapan pun pasangan siap.

Baca Juga: Heboh Grup 'Gay Lampung': Tiga Orang Diciduk Polisi karena Sebar Konten Tak Senonoh di Facebook

Metode ini banyak digunakan dalam program fertilisasi in vitro (IVF) dan telah membawa harapan baru bagi mereka yang ingin memiliki anak di luar batasan usia subur konvensional.

Kisah Lee Siyoung menunjukkan bahwa menjadi ibu tidak selalu harus mengikuti pola tradisional.

Dengan keyakinan pribadi, dukungan medis, dan teknologi yang tepat, ia memilih untuk melanjutkan perannya sebagai ibu meski telah melewati fase pernikahan.

Baca Juga: Heboh Grup 'Gay Lampung': Tiga Orang Diciduk Polisi karena Sebar Konten Tak Senonoh di Facebook

Keputusannya menggambarkan potret perempuan modern yang berani, mandiri, dan memiliki kontrol atas tubuh serta masa depannya sendiri.

Reaksi publik atas kabar ini pun sebagian besar positif. Banyak yang memuji keteguhan hati Lee serta sikap terbukanya dalam menggunakan teknologi medis untuk mewujudkan impian memiliki keluarga yang lebih besar.

Dalam masyarakat yang kadang masih kaku terhadap norma keluarga, keberanian Lee Siyoung menghadirkan perspektif baru bahwa cinta seorang ibu dan makna menjadi orang tua tidak terikat oleh status hukum, melainkan oleh niat, tanggung jawab, dan kasih yang tulus.

Baca Juga: Kembali Erupsi Dahsyat, Kolom Abu Gunung Lewotobi Laki-laki Capai 19 Ribu Meter

Tags

Terkini