INSIBERNEWS – Konflik antara agensi ADOR dan girl group NewJeans (NJZ) terus berlanjut dan semakin kompleks. Terbaru, ADOR dikabarkan memperluas cakupan gugatan mereka terkait penangguhan aktivitas grup tersebut.
Hal ini diungkap oleh akun Instagram @njz_pr, yang dikelola oleh orang tua para anggota NJZ, pada Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: Kabar Duka, Adik Rhoma Irama, Raden Herry Supriyatna, Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
Sebelumnya, diketahui bahwa ADOR—agensi di bawah naungan HYBE—hanya menggugat soal validitas kontrak eksklusif serta pelarangan NJZ untuk menandatangani kontrak iklan.
Namun, dari unggahan @njz_pr, terungkap bahwa gugatan yang diajukan ke pengadilan jauh lebih luas dari yang diperkirakan publik.
Baca Juga: Nikita Mirzani Usai Resmi Ditahan terkait Dugaan Pemerasan Apakah Akan Ada Damai Dengan Reza Gladys?
“NJZ sudah memberi tahu agensi tentang pemutusan kontrak sejak 29 November 2024. Sejak saat itu, ADOR tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengelola aktivitas kami,” tulis akun tersebut.
Namun, meski kontrak sudah dinyatakan berakhir, ADOR tetap mengajukan permohonan ke pengadilan pada 6 Januari 2025 untuk diakui sebagai manajemen resmi NJZ.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Pastikan Minyakita dengan Takaran Kurang Tak Lagi Beredar
Awalnya, gugatan ADOR hanya menyoroti aspek aktivitas periklanan. Namun, dalam perkembangannya, ADOR secara eksplisit meminta pengadilan untuk mengakui kewenangan penuh mereka atas NewJeans, mencakup segala bentuk aktivitas hiburan grup.
Situasi semakin rumit ketika pada 11 Februari 2025, ADOR kembali memperluas permohonan mereka, kali ini mencakup larangan bagi NJZ untuk menulis lagu, mengaransemen musik, tampil di panggung, bernyanyi, dan seluruh aktivitas lain yang berkaitan dengan dunia hiburan.
Baca Juga: Baru Comeback! Xiumin EXO Gagal Tampil di Music Bank, Agensi Sindir Adanya Pemblokiran?
Dengan gugatan ini, tampaknya ADOR berupaya membatasi seluruh gerak NewJeans di industri musik.
Konflik ini menjadi perhatian besar di kalangan penggemar K-Pop, yang kini menantikan bagaimana pengadilan akan memutuskan nasib grup berbakat ini di tengah perseteruan dengan agensinya sendiri.