INSIBERNEWS - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada perolehan medali di SEA Games Thailand 2025, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki kualitas prestasi olahraga nasional. Hal itu ia sampaikan saat menyambangi Kontingen Indonesia yang tengah bertanding di Bangkok.
“Kita tahu Presiden telah menjanjikan bonus Rp1 miliar, ini salah satu bentuk komitmen Presiden untuk memajukan olahraga Indonesia dan mensejahterakan masa depan atlet,” ujar Erick Thohir dalam pertemuan dengan para atlet.
Baca Juga: Laga Hidup-Mati Timnas U-22, Indonesia Wajib Menang Besar atas Myanmar demi Jaga Tiket Semifinal
Ia menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap dunia olahraga sangat serius, terutama dalam hal menjamin masa depan atlet yang mengharumkan nama bangsa. Bonus besar tersebut dinilai menjadi suntikan motivasi bagi atlet agar tampil tanpa beban di lapangan.
Namun, Erick menekankan bahwa fokus utama pemerintah sebenarnya berada pada ajang yang lebih besar, yakni Olimpiade. Ia menyebut SEA Games tahun ini menjadi momentum untuk menilai kesiapan setiap cabang olahraga sebelum menghadapi kompetisi global.
“SEA Games ini bagian dari evaluasi. Kita ingin tahu cabang mana yang serius, mana yang masih harus dibenahi, dan mana yang punya potensi untuk kita dorong lebih jauh,” katanya.
Baca Juga: Alasan Keselamatan, Semua Atlet Kamboja Batal Ikut SEA Games 2025 Thailand
Dalam proses evaluasi tersebut, Kemenpora telah menyiapkan peta jalan jangka panjang yang termuat dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Program ini berfungsi sebagai arah pembangunan olahraga Indonesia untuk bisa bersaing di level dunia.
Erick menyampaikan bahwa akan ada 21 cabang olahraga yang ditetapkan sebagai unggulan dalam DBON. Cabang tersebut nantinya diprioritaskan dari sisi pendanaan, pembinaan, hingga fasilitas penunjang.
Menurutnya, setiap cabang unggulan harus menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan atlet, peningkatan performa, serta konsistensi dalam meraih prestasi. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan cabang olahraga tersebut tidak stagnan.
Baca Juga: Setelah SEA Games 2025, Erick Thohir Siapkan 'Rapot Merah' untuk Cabor yang Meleset dari Target
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa dilakukan dalam siklus pendek. Butuh konsistensi dan investasi jangka panjang agar Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara kuat seperti China, Jepang, atau Korea Selatan.
Kemenpora, lanjut Erick, terus memantau setiap pertandingan kontingen di Thailand. Hasil-hasil yang muncul dari SEA Games 2025 akan menjadi dasar untuk mengambil keputusan mengenai pendampingan, perubahan strategi, maupun pembenahan organisasi olahraga.