INSIBERNEWS - Pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dengan memperluas program pengembangan pertanian hingga ke wilayah Merauke.
Melalui langkah tersebut, Perum Bulog bersama pemerintah berupaya meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari kawasan timur Indonesia.
Pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam membangun sentra produksi baru di luar daerah penghasil beras yang selama ini telah berkembang.
Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi lahan yang luas dan mampu mendukung peningkatan produksi komoditas pertanian secara berkelanjutan apabila dikelola dengan baik.
Baca Juga: KPK Temukan 55 Keping Platinum di Mobil Bupati Langkat, Nilainya Diperkirakan Capai Rp40 Miliar
Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pembangunan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
Menurutnya, program cetak sawah tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.
"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden," ujar Amran dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2026).
Selain pembangunan lahan pertanian baru, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian, benih unggul, hingga pendampingan teknis bagi petani.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan sistem pertanian yang lebih modern dan efisien.
Di sisi lain, keterlibatan Bulog dalam program ini menjadi bagian penting untuk memberikan kepastian pasar bagi petani.
Dengan adanya jaminan penyerapan hasil panen, petani diharapkan lebih percaya diri dalam meningkatkan produksi tanpa khawatir mengalami kesulitan saat memasarkan hasil pertanian mereka.
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Warga Diminta Menjauh dari Radius 1,7 Kilometer