INSIBERNEWS – Penemuan 55 kilogram logam mulia jenis platinum di dalam mobil Bupati Langkat, Syah Afandin, menjadi sorotan publik. Temuan tersebut terungkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek di Kabupaten Langkat.
Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial karena platinum dikenal sebagai salah satu logam mulia paling langka di dunia dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. KPK bahkan memperkirakan total nilai logam tersebut mencapai sekitar Rp40 miliar.
Syah Afandin (SAF) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Selain Syah Afandin, KPK juga menetapkan Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), yang diketahui pernah menjadi tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024, sebagai tersangka dalam perkara yang sama.
Baca Juga: Begal Rampas Motor dan Aniaya Anak Pengurus LBI di Bandung, Polisi Diminta Bertindak Cepat
Penemuan platinum tersebut merupakan salah satu hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik saat operasi tangkap tangan pada 2 Juli 2026.
Apa Itu Platinum?
Platinum atau platina merupakan logam mulia berwarna putih keperakan yang memiliki tingkat kelangkaan lebih tinggi dibandingkan emas. Selain dikenal memiliki harga yang mahal, logam ini juga tahan terhadap korosi dan suhu tinggi.
Karena karakteristik tersebut, platinum banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku perhiasan mewah, komponen industri otomotif, elektronik, hingga berbagai peralatan medis.
Kelangkaan dan tingginya nilai jual membuat temuan puluhan kilogram platinum di dalam kendaraan Bupati Langkat langsung menarik perhatian publik.
KPK Temukan 55 Keping Platinum
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa penyidik menemukan 55 keping logam yang diduga merupakan platinum dengan total berat sekitar 55 kilogram.
Menurut hasil penelusuran awal, setiap keping diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp900 juta berdasarkan harga yang beredar di berbagai situs perdagangan logam mulia.
Baca Juga: Diduga Lupa Matikan Kompor, Kebakaran Hanguskan Lima Rumah di Palmerah
Dengan estimasi tersebut, total nilai seluruh logam yang ditemukan diperkirakan mencapai sekitar Rp40 miliar.