news

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Warga Diminta Menjauh dari Radius 1,7 Kilometer

Minggu, 5 Juli 2026 | 13:54 WIB
TPA Jatiwaringin Tangerang Kebakaran (Dok. BPBD Tangerang)

INSIBERNEWS - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Selasa (30/6/2026) masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Asap tebal yang terus membumbung dari lokasi membuat kualitas udara di kawasan sekitar semakin memburuk dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Siap Luncurkan B50 9 Juli Mendatang, Langkah Baru Percepat Transisi Energi Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kemudian menetapkan batas aman bagi warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, masyarakat diimbau berada di luar radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran guna mengurangi risiko terpapar polusi udara yang berbahaya.

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menjelaskan bahwa penetapan radius aman tersebut merupakan hasil analisis kualitas udara yang dipadukan dengan pemodelan penyebaran asap oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Tarif Listrik Dipastikan Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

Kajian tersebut difokuskan pada konsentrasi partikel halus PM2.5 yang dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tinggi.

"Berdasarkan analisa hingga 3 Juli malam, batas aman warga untuk menghindari paparan langsung adalah di luar radius 1,7 kilometer dari pusat kebakaran," ujar Jumhur.

Paparan partikel PM2.5 dalam kadar tinggi diketahui berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), iritasi mata, batuk, hingga sesak napas.

Baca Juga: Hubungan Gelap Berujung Penganiayaan, Anggota Polres Tegal Dikenai Patsus

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan menjadi pihak yang paling berisiko terdampak akibat kondisi tersebut.

Pemerintah bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat proses pemadaman api sekaligus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala.

Warga yang masih berada di sekitar lokasi juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.

Halaman:

Tags

Terkini