Prabowo dan PM Singapura Capai 26 Kesepakatan, Kerja Sama Ekonomi Makin Diperkuat

Photo Author
- Senin, 6 Juli 2026 | 15:44 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dengan PM Singapura di Istana Merdeka Jakarta (Dok. YouTube/Setpres)
Pidato Presiden Prabowo Subianto dengan PM Singapura di Istana Merdeka Jakarta (Dok. YouTube/Setpres)

INSIBERNEWS - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura memasuki babak baru yang kian menjanjikan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, guna membahas penguatan sinergi kawasan.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut berjalan sangat produktif dengan menghasilkan puluhan komitmen kerja sama nyata, baik pada sektor antarpemerintah (G-to-G) maupun antarpelaku usaha (B-to-B).

Kesepakatan yang berhasil dicapai mencakup berbagai sektor krusial yang diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi kedua negara pascapandemi.

Pihak Istana memastikan bahwa seluruh draf kesepakatan ini disusun dengan mengedepankan asas saling menguntungkan serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayah masing-masing negara.

Baca Juga: Kronologi Tewasnya 3 Polisi Polres Katingan Saat Gerebek Bandar Sabu, Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung

"Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang, 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan 8 kesepakatan antara business to business," ujar Prabowo saat memaparkan hasil diplomasi maraton tersebut di hadapan jurnalis internasional.

Mantan Menteri Pertahanan itu menekankan bahwa ikatan emosional dan geografis yang dekat antara Jakarta dan Singapura harus terus dirawat melalui kolaborasi aktif yang menyentuh hajat hidup masyarakat luas.

"Terutama sekali, kerja sama ekonomi kita tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita di semua bidang," tambah Prabowo guna menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam menjaga iklim investasi yang sehat.

Sektor perdagangan luar negeri dan integrasi sistem transportasi regional juga dilaporkan mengalami lompatan kualitas yang signifikan di sepanjang tahun berjalan ini.

Baca Juga: P2G Kutuk Keras Korupsi Seragam Sekolah Bupati Langkat: 'Rampas Hak Anak di Tengah Mahalnya Biaya Pendidikan!'

Demi memuluskan target penyediaan energi bersih di kawasan Asia Tenggara, Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani dengan menunjuk lembaga baru, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Lembaga ini diserahi mandat penuh untuk menakhodai proyek mercusuar berupa tata kelola perdagangan pasokan listrik ramah lingkungan yang melintasi batas laut kedua negara tetangga tersebut.

"Kita melihat peningkatan kerja sama, perdagangan, konektivitas hampir di semua sektor. Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, juga untuk kegiatan-egiatan di bidang perdagangan. Selanjutnya di bidang energi, di bidang ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, kita telah melakukan diskusi dan capaian-capaian yang cukup konkret," tutur Presiden merinci ruang lingkup kerja sama.

Selain fokus pada urusan digitalisasi, kedua pemimpin negara juga sepakat untuk mempertebal benteng ketahanan pangan regional guna mengantisipasi ancaman krisis iklim global serta memantapkan stabilitas sistem pertahanan di selat Malaka.(*)

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X