nasional

Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Menlu: Ini Penghargaan Reputasi Militer Indonesia

Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:44 WIB
Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Menlu Sebut Ini Penghargaan Reputasi Militer Indonesia (Istimewa)

INSIBERNEWS - Penunjukan Indonesia sebagai wakil komandan (deputy commander) International Stabilization Force (ISF) diklaim Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai bentuk pengakuan dunia internasional terhadap reputasi pasukan Indonesia.

Hal tersebut juga mencerminkan tingginya harapan komunitas internasional terhadap kontribusi militer Indonesia dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan di Palestina.

"Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," ujar Sugiono, Jumat (20/2) waktu setempat.

Baca Juga: Prabowo Gaet Investor Global di AS, Komitmen Investasi Masuk ke Energi Terbarukan, Infrastruktur, dan AI

Dijelaskan bahwa Indonesia dapat menjabat sebagai wakil komandan ISF setelah menerima undangan langsung dari Amerika Serikat (AS) selaku force commander.

Selanjutnya nanti dalam operasi militer gabungan, posisi tersebut umumnya diberikan kepada negara dengan kontribusi pasukan terbesar.

Indonesia dinilai memenuhi kriteria tersebut karena berencana menurunkan hingga 8.000 personel TNI dalam operasi ISF di Gaza. Adapun total pasukan gabungan yang akan ditempatkan mencapai sekitar 20.000 personel.

Baca Juga: Tak Ada Kejelasan Usai Lapor Polisi, Anak Korban Viralkan Dugaan Ketua RT di Banjarnegara yang Merekam Tetangga saat Mandi

"Dalam kaitannya dengan ISF ini, Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat. Kemudian, ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang Operasi. Dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputy Commander operasi merupakan sesuatu penghormatan," kata dia.

Sugiono mengatakan bahwa penunjukan ini diharapkan juga dapat mengakomodasi tujuan dan niatan utama Indonesia dalam mengirimkan pasukan ke Gaza.

Adapun, tujuan utama penurunan pasukan ke Gaza adalah untuk menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak serta terlibat di dalam upaya-upaya kemanusiaa. Ia lantas menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan operasi militer dengan menerjunkan pasukan ke Gaza.

Baca Juga: Gratis! Wisata Religi di Bogor, Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW Dibuka Selama Ramadhan 1447 H

"Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," paparnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Rabu (19/2) waktu setempat, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyampaikan telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan menyatakan bahwa Indonesia menerima tawaran itu.

Halaman:

Tags

Terkini