INSIBERNEWS - Perseteruan kontrak antara SM Entertainment dan tiga anggota EXO—Chen, Baekhyun, serta Xiumin—kembali memasuki babak baru. Setelah saling melayangkan gugatan dalam beberapa waktu terakhir, kini langkah hukum yang lebih serius diambil oleh agensi raksasa K-Pop tersebut.
Mengutip laporan Biz Hankook pada Rabu (11/2), SM Entertainment diketahui telah mengajukan permohonan penyitaan aset milik ketiga idol tersebut pada 9 dan 10 Februari 2026. Langkah ini disebut sebagai bagian dari proses hukum yang tengah berjalan terkait sengketa kontrak eksklusif.
Baca Juga: Nagita Slavina Jajaki Akuisisi VISI, Detail Transaksi Masih Dirahasiakan
Aset yang menjadi objek penyitaan pun tidak kecil. Deposit rumah milik Chen masuk dalam daftar, begitu pula apartemen Baekhyun di Provinsi Gyeonggi-do dengan luas sekitar 142 meter persegi, serta apartemen Xiumin di Seoul yang memiliki luas 166 meter persegi.
Penyitaan ini bersifat sementara atau dikenal sebagai pembekuan aset. Artinya, properti tersebut tidak dapat dipindahtangankan selama proses hukum berlangsung.
Jika nantinya pihak tergugat dinyatakan kalah atau tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran, aset tersebut bisa digunakan untuk menutupi klaim ganti rugi.
Baca Juga: Aktor James Van Der Beek Meninggal di Usia 48 Tahun, Penyakit Kanker Usus Besar Jadi Peringatan
SM Entertainment dikabarkan mengajukan tuntutan dengan nilai total mencapai 2,6 miliar won, atau sekitar Rp30 miliar. Nilai gugatan terhadap masing-masing anggota pun berbeda-beda, tergantung pada perhitungan yang diajukan oleh agensi.
Baekhyun menjadi pihak dengan nilai tuntutan terbesar, yakni 1,6 miliar won (sekitar Rp18 miliar). Sementara itu, Xiumin menghadapi klaim sebesar 700 juta won (sekitar Rp8 miliar), dan Chen sebesar 300 juta won (sekitar Rp3,4 miliar).
Baca Juga: Resmi! FIFA Series 2026 Digelar di GBK, Herdman Jalani Laga Perdana
Konflik ini bermula dari perbedaan pandangan mengenai transparansi kontrak dan pembagian keuntungan antara SM dan unit CBX.
Sebelumnya, ketiganya sempat menyampaikan keberatan atas isi kontrak dan menuntut kejelasan laporan pendapatan, yang kemudian berkembang menjadi sengketa hukum terbuka.
Hingga kini, baik pihak SM Entertainment maupun perwakilan CBX belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait langkah penyitaan tersebut. Para penggemar pun terus memantau perkembangan kasus ini, mengingat ketiganya masih menjadi bagian penting dari perjalanan EXO di industri musik Korea Selatan.***